Emas Perhiasan dan Ikan Layang Picu Inflasi NTB Januari 2026

Posted on

Mataram

Laju pergerakan harga konsumen di Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat mengalami inflasi 0,27 persen pada Januari 2026. Kenaikan harga emas perhiasan dan ikan layang menjadi pemicu utama inflasi pada awal tahun ini.

“Yang tertinggi memberi andil inflasi pada Januari 2026 adalah emas perhiasan, yakni 0,18 persen. Inflasi di bulan ini 0,27 persen, emas perhiasan lebih dari separuhnya (inflasi). Kemudian ada ikan layang yang memberikan andil inflasi hingga 0,10 persen,” kata Ketua Tim Statistik Harga BPS NTB, M Ahyar, seusai rilis data inflasi di kantornya, Senin (2/2/2026).

“Harga emas perhiasan masih terus mengalami kenaikan, kenaikan ini sejalan dengan tren peningkatan harga emas dunia yang masih tinggi,” sambungnya.

Selain emas perhiasan dan ikan layang, Ahyar menyebut sejumlah komoditas lain juga turut memberikan andil inflasi pada Januari 2026. Komoditas tersebut antara lain ikan bandeng dengan andil 0,06 persen, tomat 0,05 persen, serta ikan teri 0,05 persen.

Sementara itu, beberapa komoditas justru mencatatkan deflasi pada Januari 2026. Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai rawit dengan andil deflasi 0,13 persen, bawang merah 0,09 persen, cabai merah 0,07 persen, angkutan udara 0,04 persen, serta daging ayam ras 0,02 persen.

“Andil deflasi kali ini ada tiga komoditas yang di bulan November mendominasi inflasi, tapi di Januari ternyata memberi andil deflasi, dan mengalami penurunan harga yang cukup signifikan,” terangnya.

Dari sisi wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumbawa sebesar 0,80 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,86. Selanjutnya disusul Kota Bima yang mencatat inflasi 0,61 persen dengan IHK 111,05. Sementara itu, Kota Mataram justru mengalami deflasi sebesar 0,21 persen dengan IHK 110,21.

“Kabupaten Sumbawa dan Kota Bima alami inflasi, sementara Kota Mataram. Sebentar lagi masuk bulan puasa, harga-harga selalu naik, untuk itu perlu mendapat perhatian yang serius,” terangnya.

Ahyar menjelaskan, terdapat sejumlah komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi di wilayah IHK NTB. Komoditas tersebut di antaranya emas perhiasan, nasi dengan lauk, bawang putih, cumi-cumi, ikan kembung, ikan layang, ikan bandeng, ikan teri, tomat, ikan bakar, hingga asam.

“Ikan erat kaitannya dengan cuaca di Januari yang masih kurang bersahabat, sehingga nelayan yang menangkap ikan yang kurang,” tandasnya.