DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Warga negara (WN) Prancis berinisial PNL sebelumnya ditulis LN ditemukan tewas di depan teras rumah kontrakannya di Dusun Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Perempuan asing berusia 35 tahun itu ditemukan dalam kondisi tergantung dan diduga mengakhiri hidupnya.
“Benar, ada WNA perempuan yang ditemukan dalam keadaan meninggal dan diduga akibat gantung diri,” ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Utara, Iptu I Komang Wilandra, Sabtu (10/1/2026).
Wilandra mengungkapkan, PNL pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh seorang pria bernama Patrick Gatel Pascal Honore. Pria asal Prancis itu datang ke kontrakan korban setelah menerima telepon dari rekannya.
“Sekitar pukul 06.56 Wita, saksi Patrick Gatel Pascal Honore menerima telepon dari rekannya bernama Sandra yang meminta agar ia mengecek kondisi korban di rumah kontrakan,” ujar Wilandra.
Sekitar pukul 07.00 Wita, Patrick tiba di rumah kontrakan yang ditempati PNL. Ia mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung dengan seutas tali di depan teras rumah tersebut.
“Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan hingga terdengar oleh warga sekitar bernama Mahdan yang sedang bekerja di proyek dekat lokasi,” imbuhnya.
Menurut Wilandra, Mahdan turut membantu memotong tali menggunakan parang dan menurunkan tubuh PNL. Setelah itu, kejadian tersebut dilaporkan kepada Kepala Dusun Gili Air dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Mendapat laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mengamankan barang bukti. Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab pasti kematian perempuan Prancis tersebut.
“Hasil awal mengarah pada dugaan bunuh diri. Namun, penyidik tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan rangkaian peristiwa dan latar belakangnya,” pungkas Wilandra.
Perkembangan penyelidikan menyebutkan, jasad PNL telah menjalani visum luar di Rumah Sakit Bhayangkara, Mataram. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
“Hasil visum ini menjadi dasar awal penyelidikan. Namun, belum dapat serta-merta disimpulkan sebagai penyebab kematian. Kami masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia,” kata Komang, Minggu (11/1/2025).
Berdasarkan pemeriksaan dokter, ditemukan bekas jeratan berupa garis melingkar di bagian depan leher korban. Bekas jeratan juga terlihat berbentuk garis vertikal di sisi kiri dan belakang leher. Terdapat luka lecet di bagian depan leher yang diduga akibat gesekan alat jerat atau tali.
“Pada bagian tubuh korban lainnya tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan fisik,” imbuh Komang.
Selain itu, hasil tes urine menunjukkan perempuan Prancis tersebut positif mengandung Tetrahydrocannabinol (THC), senyawa psikoaktif utama dalam ganja. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan adanya kaitan langsung antara temuan tersebut dengan peristiwa kematian PNL.
Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, menelusuri jejak digital, serta memeriksa barang-barang pribadi korban.
“Kami juga sedang menelusuri aktivitas korban dalam beberapa hari terakhir, termasuk dengan siapa saja korban berinteraksi dan ke mana saja korban pergi sebelum kejadian,” pungkasnya.
(dpw/dpw)
Ditemukan Usai Rekan Minta Dicek
Warga Bantu Turunkan Korban
Hasil Visum Luar
Temuan THC Masih Didalami
Menurut Wilandra, Mahdan turut membantu memotong tali menggunakan parang dan menurunkan tubuh PNL. Setelah itu, kejadian tersebut dilaporkan kepada Kepala Dusun Gili Air dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Mendapat laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mengamankan barang bukti. Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab pasti kematian perempuan Prancis tersebut.
“Hasil awal mengarah pada dugaan bunuh diri. Namun, penyidik tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan rangkaian peristiwa dan latar belakangnya,” pungkas Wilandra.
Perkembangan penyelidikan menyebutkan, jasad PNL telah menjalani visum luar di Rumah Sakit Bhayangkara, Mataram. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
“Hasil visum ini menjadi dasar awal penyelidikan. Namun, belum dapat serta-merta disimpulkan sebagai penyebab kematian. Kami masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia,” kata Komang, Minggu (11/1/2025).
Berdasarkan pemeriksaan dokter, ditemukan bekas jeratan berupa garis melingkar di bagian depan leher korban. Bekas jeratan juga terlihat berbentuk garis vertikal di sisi kiri dan belakang leher. Terdapat luka lecet di bagian depan leher yang diduga akibat gesekan alat jerat atau tali.
“Pada bagian tubuh korban lainnya tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan fisik,” imbuh Komang.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Selain itu, hasil tes urine menunjukkan perempuan Prancis tersebut positif mengandung Tetrahydrocannabinol (THC), senyawa psikoaktif utama dalam ganja. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan adanya kaitan langsung antara temuan tersebut dengan peristiwa kematian PNL.
Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, menelusuri jejak digital, serta memeriksa barang-barang pribadi korban.
“Kami juga sedang menelusuri aktivitas korban dalam beberapa hari terakhir, termasuk dengan siapa saja korban berinteraksi dan ke mana saja korban pergi sebelum kejadian,” pungkasnya.






