Duduk Perkara Ayah di Lombok Tebas Anak Kandung Pakai Parang

Posted on

Lombok Barat

Pria berinisial BI ditangkap polisi setelah menebas anak kandungnya sendiri, KP, menggunakan parang hingga bersimbah darah. Peristiwa itu terjadi di rumah mereka, Dusun Carik Kauh, Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sekitar pukul 07.00 Wita, Senin (2/2/2026).

Kepala Desa Dasan Tapen, Nasrullah Hasbi, mengungkapkan duduk perkara insiden tragis tersebut. Menurut Nasrullah, ayah dan anak itu awalnya bertengkar adu mulut di halaman rumah mereka.

“Iya memang betul itu ada kejadiannya, awalnya hanya bertengkar-bertengkar biasa, itu yang saya dapat di TKP tadi pagi,” ungkap Nasrullah, Senin (2/2/2026).

Nasrullah menuturkan perdebatan antara BI dan KP sempat dilerai oleh pihak keluarga. Namun, emosi BI tidak mereda. Ia kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengambil parang.

“Awalnya dia bukan mau nebas anaknya, dia mau nebas pagar tanaman di pinggir rumahnya, sempat dia nebas-nebas (tanaman). Tapi kok lagi mereka saling sahutin, makanya dia emosi langsung dia tebas itu punggung anaknya,” tuturnya.

Menurut Nasrullah, KP tidak melakukan perlawanan saat ditebas. Bahkan, korban sempat meminta maaf dan memeluk ayahnya. Namun, BI tetap melakukan penganiayaan.

“Anaknya tidak melawan kok itu. Anaknya minta maaf, sampai dia peluk orang tuanya. Tapi bapak ini kok tidak ada ampunnya,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, KP mengalami luka di bagian punggung dan tangan. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Bagian punggung, tangan itu udah lumayan parah itu tangannya,” kata Nasrullah.

Informasi yang dihimpun, BI kini telah diamankan di Mapolres Lombok Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, telah berupaya mengonfirmasi pihak Polres Lombok Barat terkait peristiwa tersebut. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang disampaikan.