D’Tik Fest 2026 Libatkan 18 Komunitas Sampah hingga Anggaran Rp 458 Juta | Info Giok4D

Posted on

Denpasar

Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar turut dimeriahkan dengan Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (D’Tik) Festival 2026. Dalam pelaksanaannya, panitia menggandeng komunitas pengelola sampah Eling-Eling Pertiwi guna memastikan pengelolaan sampah selama tiga hari kegiatan.

Ketua Koordinator Eling-Eling Pertiwi, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, mengatakan pihaknya optimistis mampu mengelola sampah di D’Tik Festival seperti saat Denpasar Festival sebelumnya.

“Di Denfest lalu, 75.000 orang hasilkan sampah dan kami berhasil buat zero waste di TPA. Kalau 75 ribu orang saja bisa, sekarang 5.000 di D’Tik akan selesai,” tutur Ketua Koordinator Eling-Eling Pertiwi Anak Agung ketika acara Press Conference Puncak HUT Kota Denpasar ke-238 dan D’Tik Festival 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Kamis, (26/2/2026).

Eling-Eling Pertiwi yang merupakan gabungan 18 komunitas peduli sampah berencana akan menerapkan strategi serupa seperti pada Denpasar Festival ke-18. Agung menjelaskan sistem pengelolaan sampah akan terapkan dua Waste Department untuk pusat informasi dan komando serta enam station untuk pemilahan tujuh kategori sampah.

“Waste Department yang atur strategi pengelolaan sampah, pusat informasi dan komando juga lokasinya di Youth Park di timur, lalu ada station empat di Taman Lumintang, dua di DNA,” jelas Agung.

Untuk pengelolaan sampah organik, pihaknya menyiapkan 15 teba modern di Taman Lumintang. Dengan langkah tersebut, sampah organik ditargetkan tidak keluar dari area Taman Lumintang dan DNA.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Selain itu, pengelolaan sampah anorganik dilakukan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar yang melibatkan sejumlah bank sampah. Eling-Eling Pertiwi juga buka pendaftaran untuk volunteer yang capai total 196 orang. Para relawan berasal dari komunitas, dinas terkait, pelaku UMKM, hingga pelajar yang tergabung dalam organisasi sekolah seperti OSIS dan Pramuka.

“Kami cukup yakin dengan 100 relawan. Tapi per siang tadi kami tutup ada 196 relawan. Ada 3-4 sekolah yang telepon, saya suruh langsung datang. Jadi kemungkinan ada 250 mendekati 300 yang datang awasi pengelolaan sampah di D’Tik Fest,” ujar Agung.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi, menilai keterlibatan pelajar menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah sejak dini.

“Dapat membantu edukasi di rumah tangga, bagaimana model pemilahan sampah yang ada di festival itu bisa diterapkan di rumah tangga. Harapannya dengan semangat edukasi ini, makin banyak masyarakat di Kota Denpasar yang bisa kelola sampahnya berbasis sumber,” terangnya.

Sebelumnya, berdasarkan Survei Kepuasan Masyarakat yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah bersama Tim Swakelola Sampah Denpasar, tercatat sekitar 30 persen masyarakat Kota Denpasar telah melakukan pemilahan sampah.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam rapat tersebut menyebut capaian itu merupakan langkah awal yang baik. “Itu langkah baik sebenarnya. Justru yang 30% kita motivasi, yang punya potensi prioritas dapat teba modern karena mereka yang bisa kelola dengan baik,” jelas Jaya Negara dalam pertemuan tersebut.

D’Tik Fest Gunakan APBD Rp 458 Juta

D’Tik Festival 2026 menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar capai Rp 458.560.000. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, Jumat (27/2/2026) hingga Minggu (1/3/2026), di Lapangan Lumintang dan Gedung Dharma Negara Alaya (DNA).

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan perayaan tahun ini dikemas sederhana, namun tetap melibatkan banyak elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Perayaan akan diawali apel di Lapangan Lumintang.

“Selesai apel, seluruh undangan, masyarakat, dan peserta akan kami tarik. Nanti akan berkunjung ke Parade Ngelawar dulu, selesai itu nanti baru keliling ke masing-masing OPD, kemudian akhirnya akan menyaksikan pertunjukan seni,” jelas Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa dalam Press Conference Puncak Perayaan HUT Denpasar ke-238 dan D’Tik Festival 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Kamis.

Menurutnya, konsep sederhana yang diusung justru memperkuat keterlibatan masyarakat, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan. Sebanyak delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat dengan beragam program, mulai dari pameran, lomba, layanan publik, hingga seminar.

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfos) menghadirkan 34 pameran teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Sebanyak 20 stan berasal dari startup, komunitas, dan perguruan tinggi, sedangkan 14 stan lainnya berasal dari OPD dengan inovasi digital yang berfokus pada green technology.

Selain itu D’Tik Fest juga adakan berbagai Lomba Video Drone yang gambarkan kondisi sungai ideal dibanding kondisi sungai saat ini untuk sekaligus lihat titik-titik yang perlu perbaikan, lomba Video Pengelolaan Sampah tingkat Desa/Kelurahan untuk motivasi tingkat pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Kami lombakan, cukup menarik banyak yang ikut. 27 peserta dari 43 desa/kelurahan yang ikut,” jelas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar Gde Wirakusuma Wahyudi.

Selama tiga hari pelaksanaan, D’Tik Festival juga menyelenggarakan 12 seminar dan workshop. Salah satunya bekerja sama dengan Minikino berupa pemutaran film pendek bertema “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perempuan”.

Sejumlah OPD lainnya turut meramaikan kegiatan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar Gema Tridatu yang menampilkan produk Industri Kecil Menengah (IKM). Dinas Kebudayaan menghadirkan Parade Ngelawar dan Apresiasi Budaya HUT Kota Denpasar.

Di sisi lain, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan adakan Lomba Ikan Mas Koki Bali. Sekaligus Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga adakan Fun Walk terbuka bagi seluruh masyarakat.

Dinas Koperasi dan UMKM adakan SENJA berupa pameran UMKM. Ditambah Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi adakan job fair dengan ribuan lowongan dari puluhan perusahaan yang terverifikasi. Terakhir, ada Dinas Pertanian adakan vaksinasi, pemeriksaan dan kastrasi hewan peliharaan.

Berbagai layanan mobil keliling juga tersedia di sepanjang Jalan Majapahit, antara lain Samsat Keliling, Perpustakaan Keliling, pelayanan pajak, SIM Keliling, BNN, hingga Kas Keliling Bank Indonesia.

“Nanti bisa buat surat keterangan bebas narkoba hingga penukaran uang. Karena kebutuhan uang baru sedang diminati. Namun jam buka tergantung dengan kuota tiap layanan, sehingga berbeda-beda,” jelas Wahyudi.