Aksi demonstrasi di depan Polda Bali berakhir ricuh. Seorang driver ojek online (ojol) menjadi korban setelah terkena lemparan batu besar yang menghantam wajahnya.
Pantauan infoBali di lokasi, driver online yang belum diketahui identitasnya langsung ambruk usai wajahnya dihantam batu besar. Kacamatanya pun terlepas.
Massa yang berada di sekitar lokasi langsung mengamankan korban. Peristiwa itu terjadi setelah massa berusaha mendorong pintu sisi kanan barat Mapolda Bali.
Lemparan batu terlihat datang dari arah dalam Mapolda Bali. Setelah kejadian itu, puluhan personel Brimob bersenjata lengkap keluar dari lapangan Mapolda Bali dan memukul mundur massa.
Mobil water cannon dan satu unit rantis dikerahkan untuk membubarkan pendemo. Dalam situasi ricuh, salah satu wartawan infoBali sempat terdorong massa yang bergerak ke arah barat.
Tak berhenti di situ, polisi juga menembakkan dua kali gas air mata ke arah barat Polda Bali, tepat di perbatasan Jalan WR Supratman-Jalan Patimura, Denpasar.
Namun, kepulan gas air mata justru berbalik arah ke petugas dan awak media yang berada di sisi utara, dekat RS Bhayangkara. Gas air mata itu menimbulkan rasa perih di wajah, mata, tenggorokan, dan hidung sebagian petugas.
Beberapa orang berusaha meredakan perih dengan air, namun rasa sakit masih terasa. Bahkan ada yang menggunakan odol untuk dioleskan di bawah mata.
Dua mobil water cannon yang dilapisi pasukan Brimob bertameng baja terus merangsek ke arah barat. Informasi yang diperoleh infoBali, pasukan kepolisian dan massa kemudian bergerak ke arah Pasar Satria, Jalan Nangka, Jalan Suli, dan sekitarnya.
Sejumlah pendemo diamankan polisi. Beberapa di antaranya terlihat mengenakan atribut driver online. Hingga berita ini diturunkan, jumlah massa yang diamankan belum dapat dipastikan.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy saat dikonfirmasi infoBali mengatakan pihaknya masih menyusun keterangan resmi terkait penyebab kericuhan.
“Lagi kami susun rilis,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, polisi juga menembakkan dua kali gas air mata ke arah barat Polda Bali, tepat di perbatasan Jalan WR Supratman-Jalan Patimura, Denpasar.
Namun, kepulan gas air mata justru berbalik arah ke petugas dan awak media yang berada di sisi utara, dekat RS Bhayangkara. Gas air mata itu menimbulkan rasa perih di wajah, mata, tenggorokan, dan hidung sebagian petugas.
Beberapa orang berusaha meredakan perih dengan air, namun rasa sakit masih terasa. Bahkan ada yang menggunakan odol untuk dioleskan di bawah mata.
Dua mobil water cannon yang dilapisi pasukan Brimob bertameng baja terus merangsek ke arah barat. Informasi yang diperoleh infoBali, pasukan kepolisian dan massa kemudian bergerak ke arah Pasar Satria, Jalan Nangka, Jalan Suli, dan sekitarnya.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Sejumlah pendemo diamankan polisi. Beberapa di antaranya terlihat mengenakan atribut driver online. Hingga berita ini diturunkan, jumlah massa yang diamankan belum dapat dipastikan.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy saat dikonfirmasi infoBali mengatakan pihaknya masih menyusun keterangan resmi terkait penyebab kericuhan.
“Lagi kami susun rilis,” ujarnya.