Dituduh Jadi Suanggi, Nenek di Alor Dianiaya Warga

Posted on

Alor

Seorang nenek berinisial MA, warga Desa Petleng, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), dianiaya setelah dituduh sebagai suanggi (makhluk mistis ilmu hitam). Korban dipukul menggunakan kayu. Video penganiayaan tersebut viral di media sosial.

Kapolres Alor AKBP Nur Azhari mengatakan, peristiwa itu diketahui keluarga korban setelah video beredar di media sosial. Keluarga tidak terima atas perlakuan warga terhadap MA.

Keluarga korban kemudian membuat laporan polisi di Polsek Alor Tengah Utara (ATU). Nenek MA juga telah menjalani visum di Puskesmas Mebung.

“Korban di visum di Puskesmas Mebung. (Polisi) mengamankan dua orang pelaku warga Desa Lembur Barat berinsial RB dan SF ke Polsek ATU, selanjutnya keluarga dari terlapor membuat surat permohonan kepada Kapolsek ATU agar keluarga mereka di titipkan di Polsek ATU untuk menghindari terjadinya dampak ketidakpuasan dari pihak-pihak keluarga korban lainnya,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Sebelum dua pelaku diamankan, sekitar 30 orang keluarga korban dari Desa Petleng sempat mendatangi wilayah Nurben, Desa Lembur Barat. Mereka mempertanyakan kejadian tersebut sekaligus mencari para pelaku. Situasi sempat memanas hingga polisi turun tangan untuk mencegah konflik meluas.

“Untuk mencegah berkembangnya terganggunya kamtibmas, Kapolsek ATU Iptu I Wayan Agus Suyadnya dan personel Polres ATU bersama Kepala Desa Lembur Barat memberikan imbauan serta memberikan jaminan akan mengupayakan pencarian terhadap para pelaku akan tetapi masih terdapat rasa ketidakpuasan keluarga korban,” kata Azhari.

Petugas mengimbau pemuda Desa Petleng dan Kepala Desa Lembur Barat agar bekerja sama menjaga situasi kamtibmas. Polisi juga meminta keluarga korban menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan.

“Dalam kesempatan tersebut disampaikan kesungguhan personil Polres Alor untuk melakukan pencarian terhadap para pelaku pihak keluarga diminta untuk menahan diri tidak melakukan tindakan main hakim sendiri ataupun penyerangan terhadap kelompok masyarakat Lembur Barat yang tidak terlibat,” terangnya.