Lombok Barat –
Seorang balita tewas setelah hanyut di sungai dekat rumahnya di Desa Nyiur Lembang, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban berinisial WS itu diketahui baru berusia berusia 1 tahun 3 bulan.
Kasi Humas Polresta Mataram, Iptu Subhan, mengungkapkan korban selama ini diasuh oleh neneknya. Menurutnya, kedua orang tua balita malang itu telah berpisah.
“Ibu korban diketahui mengalami gangguan psikologis,” kata Subhan, Sabtu (28/2/2026).
Sebelum ditemukan hanyut, korban sempat bermain di gundukan pasir yang berjarak sekitar 10 meter dari aliran sungai. Saat itu, nenek korban juga ada di sana.
Nenek korban sempat meninggalkan cucunya itu untuk memutar antena televisi di depan rumah. “Namun, saat kembali korban sudah tidak berada di lokasi,” imbuh Subhan.
Sang nenek yang panik lantas berupaya melakukan pencarian bersama warga sekitar. Tak lama kemudian, seorang warga bernama Susan Hadi melihat benda mencurigakan di sungai.
“Setelah didekati, benda tersebut ternyata adalah tubuh korban,” kata Subhan.
Saksi kemudian berteriak memanggil warga lain untuk membantu mengangkat korban dari sungai. Setelah dievakuasi, balita itu langsung dilarikan ke Klinik Asoka, Nyiur Lembang, Kecamatan Narmada. Namun, nyawa balita tersebut tidak berhasil terselamatkan.
“Petugas medis menyampaikan bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa saat tiba di klinik,” ungkap Subhan.
Subhan menjelaskan keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Ia mengimbau para orang tua dan keluarga agar selalu mengawasi dan memastikan keselamatan anak-anak, khususnya balita.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya.






