Flores Timur –
Distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar dan Pertalite ke 14 sub penyalur di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersendat. Bukan karena stok kosong, melainkan kode balkot pada aplikasi Mikrosite yang masih terblokir sehingga BBM subsidi tak bisa dipindai barcode.
Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Alam (SDA) Setda Flores Timur, Tarsisius Kopong, membenarkan kendala tersebut. Ia menegaskan penyaluran BBM secara umum tetap berjalan.
“Penyaluran tetap jalan. Hanya untuk sub penyalur kita masih menunggu respon BPH MIGAS atas surat pemda Flores Timur. Rekomendasi pemda keluarkan sudah 14 sub penyalur, hanya belum bisa di-barcode karena permasalahan aplikasi Mikrosite belum bisa di akses oleh SPBU,” ujar Tarsisius Kopong saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026).
Tarsisius menjelaskan, pelayanan BBM kepada masyarakat melalui SPBU tetap normal. Stok BBM subsidi juga tersedia dan dalam kondisi cukup. Kendala hanya terjadi pada penyaluran ke 14 sub penyalur, khusus untuk Bio Solar dan Pertalite.
“BBM subsidi saja (Solar dan Pertalite). Sementara nonsubsidi beli bebas,” imbuhnya.
Artinya, BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Perrtadex tetap bisa dibeli tanpa hambatan.
Di tengah kendala tersebut, total stok BBM di Kabupaten Flores Timur tercatat 106.657,9 liter yang tersebar di empat SPBU. Keempatnya yakni SPBU 54.862.01 Kelurahan Waihali, Kecamatan Larantuka; SPBU Kompak 56.862.02 Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur; SPBU 54.862.05 Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka; serta SPBU 56.862.06 Desa Kimakamak, Kecamatan Adonara Barat.
“Total BBM saat ini sebesar 106.657,9 Liter dengan rincian pertalite sebesar 27.278,7 liter, pertamax (41.937 liter), pertadex (28.211,2 liter) dan Bio Solar (9.231 liter),” terang Tarsisius.
Berikut rincian stok di masing-masing SPBU:
SPBU 01 (54.862.01), Kelurahan Waihali, Kecamatan Larantuka
Pertalite: 14.074,7 liter
Pertamax: 4.656 liter
Pertadex: 2.450,2 liter
Bio Solar: 9.231 liter
SPBU Kompak (56.862.02), Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur
Pertalite: 0 liter
Pertamax: 15.656 liter
Pertadex: 4.139 liter
Bio Solar: 0 liter
SPBU 05 (54.862.05), Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka
Pertalite: 13.204 liter
Pertamax: 13.770 liter
Pertadex: 16.919 liter
SPBU 06 (56.862.06), Desa Kimakamak, Kecamatan Adonara Barat
Pertalite: 0 liter
Pertamax: 7.855 liter
Pertadex: 4.703 liter
Bio Solar: 0 liter
Pemda Tunggu Jawaban BPH Migas
Terkait pemblokiran kode balkot Mikrosite, Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah berkoordinasi dengan Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Pemda mengirim surat Nomor: SDA.542/156/11/2026 tertanggal 20 Februari 2026 tentang permohonan penggunaan aplikasi Mikrosite. Surat ditujukan kepada BPH Migas di Jakarta, dengan tembusan kepada General Manager PT Pertamina Patra Niaga di Surabaya dan Kepala SBM PT Pertamina Maumere.
“Aplikasi Mikrosite ini milik Pertamina. Saya berkoordinasi dengan Pertamina. Pertamina menyarankan kita (Pemda Flores Timur) berkoordinasi dengan BPH Migas. Dan itu sudah kita bersurat kepada BPH Migas. Sampai sekarang belum ada respon balik dari BPH Migas,” paparnya.
Dalam surat tersebut, Tarsisius menyebut Pemkab Flores Timur kesulitan menerbitkan Surat Rekomendasi Pembelian BBM melalui aplikasi XSTAR, terutama bagi pengguna transportasi darat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Flores Timur memohon agar penginputan surat rekomendasi sebagaimana tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi mikrosite,” tandasnya.





