Dinas Pariwisata (Dispar) Badung menargetkan retribusi sebesar Rp 150 miliar dari daerah tujuan wisata (DTW) pada 2026. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan target pada 2025 yang dipasang Rp 114 miliar.
“Target realisasi pendapatan dari tarif retribusi DTW pada 2026 itu kami rancang di angka Rp 150 miliar. Kalau ditarik ke belakang, tahun 2025 lalu target kami Rp 114 miliar dan sudah terealisasi di angka Rp 111 miliar,” kata Kepala Dispar Badung, I Nyoman Rudiarta, Kamis (15/1/2026).
Optimisme kenaikan target ini didasari tren kunjungan wisatawan yang menunjukkan peningkatan signifikan pada awal 2026. Hingga 10 Januari 2026, perolehan retribusi dari berbagai destinasi wisata di Badung sudah menyentuh angka miliaran rupiah.
“Sampai tanggal 10 Januari saja, kami sudah mencapai angka Rp 4,5 miliar hanya dalam 10 hari. Semoga ini artinya destinasi di Badung masih menarik dikunjungi, baik oleh wisatawan mancanegara maupun domestik,” ujar Rudiarta.
Sejauh ini, Uluwatu dan Pantai Pandawa masih menjadi penyumbang utama atau tertinggi pendapatan retribusi DTW bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Kedua destinasi tersebut dinilai paling mendominasi tingkat kunjungan dibandingkan objek wisata lain.
Pada 2024, Dispar Badung mencatat angka yang fantastis dari kedua objek wisata itu. Masing-masing sebesar Rp 78 miliar dari objek kawasan luar Uluwatu dan Rp 16,3 miliar dari retribusi Pantai Pandawa.
“Kami sangat mengapresiasi pengelola destinasi yang terus melakukan promosi penjualan, tidak hanya internasional, tetapi juga selalu menjaga pasar domestik,” ucap Rudiarta.
Pengelola, tutur Rudiarta, kini mulai menyasar segmen wisata edukasi atau edutourism dengan menggandeng sekolah-sekolah untuk pengembangan lingkungan. Hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus melakukan perbaikan fasilitas dan sarana penunjang di lokasi wisata.
Pemkab Badung akan melakukan pembangunan amenitas berupa penyediaan kantong parkir baru di kawasan Uluwatu. Selain itu, penataan juga menyasar Pantai Pandawa melalui penyediaan ruang bagi pelaku usaha lokal.
“Tahun 2026 ini kami lakukan pemenuhan amenitas, seperti parkir di Uluwatu dan pembuatan kios untuk UMKM serta ekonomi kreatif di Pantai Pandawa. Tujuannya agar dikelola masyarakat sehingga mewujudkan kesejahteraan bagi warga di sana,” jelas Rudiarta.






