Denpasar –
Dinas Pariwisata (Dispar) Bali mengakui tren kunjungan wisatawan asal China ke Bali mengalami penurunan pascapandemi COVID-19. Hal ini dipengaruhi banyak faktor.
“Memang benar terjadi perubahan pola kunjungan wisatawan China ke Bali setelah pandemi COVID-19, di mana sebelumnya memang didominasi grup menjadi lebih banyak individual traveler,” kata Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya kepada , Senin (9/3/2026).
Sumarajaya menyebut hal itu disebabkan oleh beberapa faktor seperti semakin berkembangnya platform digital pariwisata. Platform digital memudahkan wisatawan untuk merencanakan perjalanannya sendiri tanpa menggunakan agen.
“Dengan platform ini wisatawan dapat memesan tiket pesawat, mencari akomodasi, menyusun itinerary sendiri, sehingga ketergantungan pada paket tour dengan grup menjadi menurun,” ungkap Sumarajaya.
Adanya perubahan demografi wisatawan China juga menjadi salah satu pengaruh. Ia mengatakan kebanyakan memang wisatawan China yang ke Bali adalah generasi z dan milenial.
“Di mana karakter mereka lebih suka petualangan dan pengalaman lokal, mencari destinasi unik untuk konten media sosial,” tuturnya.
Kemudian, Sumarajaya menyebut perubahan model bisnis maskapai dan akses penerbangan juga menjadi faktor. Mantan Kadis PMPTSP Bali itu menjelaskan pasca pandemi rute penerbangan belum sepenuhnya pulih.
“Harga tiket lebih tinggi dan jadwal penerbangan tidak selalu cocok untuk tour group, sehingga hal ini membuat wisatawan lebih memilih perjalanan fleksibel secara individu,” jelasnya.
Sumarajaya pun mengajak para agen travel agar pelaksanaan wisatawan rombongan dapat dijalankan sesuai regulasi dan aturan perundang-undangan yang berlaku.
“Sehingga ekosistem pariwisata bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk semua,” sambungnya.
Selain itu, Sumarajaya menyarankan para travel agen harus menerapkan digitalisasi untuk promosi atau pemasaran. Sedangkan di offline, agar dapat membuat paket yang menarik.
“Sehingga para wisatawan memiliki alternatif yang mampu memberi kesan dan pengalaman selama di Bali,” tandas Sumarajaya.
