Dishub Badung Beberkan Skema Lalin Saat Melasti di Kerobokan

Posted on

Badung

Dinas Perhubungan (Dishub) Badung membeberkan skema arus lalu lintas (lalin) di wilayah Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali, saat prosesi melasti menjelang Hari Raya Nyepi. Jalur uji coba rekayasa lalin satu arah di kawasan itu diprediksi akan bersinggungan dengan iring-iringan melasti.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi, mengimbau warga mematuhi arahan petugas di lapangan untuk mengantisipasi kemacetan akibat penerapan skema contraflow dan penahanan arus kendaraan selama iring-iringan melasti melintas.

“Kami fokuskan pengaturan lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod karena ada pengaturan sirkulasi satu arah di sana,” kata Wiryantara, Kamis (12/3/2026).

Rangkaian upacara melasti akan berlangsung mulai 15-17 Maret 2026. Iring-iringan umat Hindu akan berjalan menuju sejumlah pantai. Termasuk Pantai Kuta, Pantai Petitenget, dan Batu Bolong (Kuta Utara), hingga Pantai Seseh (Mengwi).

Wiryantara mengatakan sistem contraflow di Simpang Semer Kerobokan akan diterapkan bagi iring-iringan dari arah utara seperti Dalung-Padang Luwih menuju Pantai Petitenget.

“Nanti di Simpang Semer akan ada contraflow ke selatan, jadi arus lalu lintas dari Jalan Gunung Sanghyang akan ditahan sementara. Masyarakat yang melakukan pemelastian berjalan dari utara menuju Simpang Petitenget lalu ke barat arah pantai,” jelas Wiryantara.

Estimasi waktu keberangkatan iring-iringan melasti dimulai pukul 07.00 Wita dan diperkirakan tiba di pantai sekitar pukul 10.00 Wita. Setelah prosesi upacara selesai, rombongan mulai kembali ke desa masing-masing sekitar pukul 13.00 Wita.

Wiryantara meminta warga yang akan melintasi kawasan yang diterapkan uji coba rekayasa lalin di Kerobokan Kelod seperti Jalan Raya Kerobokan, Jalan Pengurangan Jauh, Mertanadi, Jalan Kayu Aya dan sekitar, untuk mencari jalur alternatif saat waktu yang ditentukan tersebut. Warga juga diimbau tetap disiplin dengan mengikuti arahan petugas di lokasi jika tetap melintas di kawasan Kerobokan.

“Rute baliknya juga ada yang melakukan contraflow, terutama yang dari Padang Sambian Kelod di mana pulangnya dari Kayu Aya ke arah timur. Kami harap masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan agar keamanan dan kelancaran tetap terjaga,” ungkapnya.

Untuk menghindari penumpukan massa di jalur utama saat melasti, polisi mengatur jadwal keberangkatan yang dikoordinasikan oleh masing-masing desa adat, termasuk yang dari luar Badung. Polres Badung berkolaborasi dengan pecalang untuk memastikan kelancaran melasti, khususnya di wilayah hukum Kuta Utara dan Mengwi.

“Kami dari Polres Badung menyiapkan 73 personel di masing-masing titik yang sudah disebutkan tadi secara detail. Kami tetap berkolaborasi dengan pecalang, Dishub, dan kepolisian setempat terutama di Kuta Utara dan Polsek Mengwi,” ujar Kasatlantas Polres Badung, AKP Ni Luh Tiviasih.

“Sudah diatur jadwalnya oleh masing-masing, baik dari Tabanan maupun Badung. Jadi kami tinggal menyiapkan lokasi (melasti) dan pengamanan jalur saja berkolaborasi dengan pecalang maupun Dishub di lapangan,” pungkasnya.