Tiga pria babak belur dikeroyok warga setelah menyerang sejumlah orang karena tak terima dipalak. Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Desa Umalawain, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (31/12/2025), sekitar pukul 10.30 Wita.
Ketiga korban tersebut adalah Yulianus Bere alias Cinta serta Fer dan Anus. Pengeroyokan itu mengakibatkan Yulianus meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSPP Betun.
“Itu kejadian murni karena pemalakan yang berujung perlawanan mengakibatkan satu orang meninggal dunia,” ujar Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar kepada infoBali, Jumat (2/12/2026).
Riki menjelaskan, kejadian bermula saat Yulianus bersama Fer dan Anus berada di Pasar Besitaek, Desa Umalawain. Tak lama kemudian, ketiganya dipalak oleh seseorang.
Merasa tidak terima, ketiganya melawan dengan menyerang sejumlah warga dari Dusun Lakulo, Desa Umalawain. Aksi tersebut memicu reaksi balasan dari warga Desa Umalawain yang berada di lokasi kejadian.
Akibatnya, ketiga pria yang diketahui berasal dari Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, itu babak belur dikeroyok. Dalam insiden tersebut, Yulianus mengalami luka parah hingga akhirnya meninggal dunia.
“Korban (Yulianus) yang pertama kali dianiaya itu tidak sadarkan diri, tapi masih sempat berupaya untuk menghindari amukan masa dan juga lemparan batu. Namun, tidak tertolong,” jelas Riki.
Menurut Riki, setelah kejadian pengeroyokan, Yulianus sempat dilarikan ke Puskesmas Weoe. Namun, karena kondisinya memburuk, korban dirujuk ke RSPP Betun. Nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Aksi pengeroyokan tersebut berbuntut panjang. Sekelompok warga dari Dusun Wanibesak, Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku, tidak terima atas kejadian itu dan melakukan aksi penyerangan balasan terhadap warga Desa Umalawain.
“Akibatnya mereka melakukan pengerusakan dan pembakaran terhadap rumah dan bengkel milik warga yang berada di sekitar pinggir jalan raya umum,” terang Riki.
Riki mengatakan sebanyak sembilan orang telah diamankan polisi terkait kasus pengeroyokan tersebut. Saat ini, seluruh terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Malaka untuk pendalaman peran masing-masing.
Sembilan orang yang diamankan yakni NB (21), ASK (26), RS (20), YPK (18), AMS (24), dan YSB (25) yang berasal dari Desa Lakulo, Kecamatan Weliman. Sementara tiga lainnya, MAS (19), YN (21), dan AOM (20), berasal dari Desa Umalawain.
“Terduga pelaku yang sudah diamankan di Polres Malaka sudah 9 orang. Saat ini lagi pemeriksaan dan pendalaman terkait peran para terduga pelaku,” pungkas Riki






