Dikbud Lombok Timur Telusuri Kasus Perundungan Siswa SD hingga Dilarikan ke RS | Info Giok4D

Posted on

Lombok Timur

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur menelusuri dugaan perundungan terhadap seorang siswa berinisial HAS. Siswa berusia 7 tahun itu bahkan dilarikan ke rumah sakit (RS) setelah diduga menjadi korban perundungan di sekolah.

Kepala Dikbud Lombok Timur, Muhammad Nurul Wathoni, menegaskan lingkungan sekolah harus bebas dari perundungan, kekerasan, maupun tindakan lain yang dapat mengganggu kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, penyelenggaraan sekolah harus mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Aman dan Nyaman di Sekolah.

“Sekolah harus memastikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. Pengawasan terhadap aktivitas siswa harus dilakukan secara maksimal,” ujar Wathoni, Rabu (4/2/2026).

Sebagai bentuk penguatan pengawasan, Wathoni berujar, Dikbud Lombok Timur juga telah menerbitkan surat edaran terkait penetapan guru piket pada awal Januari 2026. Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa selama berada di lingkungan sekolah.

Dikbud Lombok Timur juga sudah memanggil pihak sekolah untuk dimintai keterangan terkait dugaan perundungan siswa tersebut. Selain itu, korban dan pihak-pihak terkait lainnya turut dimintai keterangan.

“Hari ini kami telah memanggil pihak sekolah, UPTD, pihak korban, serta pihak-pihak lain untuk mendapatkan gambaran kejadian yang utuh dan objektif,” terang Wathoni.

Sebelumnya, pelajar berinisial HAS dilarikan ke RS karena diduga menjadi korban perundungan di sekolah. Siswa asal Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu mengalami memar dan mengeluhkan sakit pada beberapa bagian tubuhnya.

“Anak saya mengeluhkan sakit di bagian kaki dan paha, saya kemudian membawanya ke dokter untuk berobat,” tutur Supriadi, orang tua HAS, saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedjono Selong, Selasa (3/2/2026).

Supriadi tidak mengetahui kronologi sehingga anaknya mengeluhkan sakit. Namun, berdasarkan pengakuan anaknya, HAS diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya di sekolah.

“Setelah saya bawa ke dokter dan diperiksa, barulah anak saya mengaku kalau dia didorong dan dipukul oleh temannya di sekolah,” jelas Supriadi.

Kasus ini mencuat setelah Supriadi mengunggah dugaan perundungan terhadap anaknya itu melalui media sosial (medsos) Facebook. Supriadi berharap pihak sekolah memberi tindakan tegas terkait kejadian tersebut.