Denpasar –
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa kembali dipanggil Gubernur Bali Wayan Koster untuk rapat koordinasi terkait pengelolaan sampah di Kantor Gubernur Bali, Senin (23/2/2026). Rapat koordinasi yang berlangsung tertutup itu menindaklanjuti arahan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq terkait pengelolaan sampah di Bali.
“Yang jelas kami diundang dalam rangka memaksimalkan pengelolaan sampah dalam satu minggu ini, apa yang akan dilakukan di TPST yang kita punya,” kata Jaya Negara seusai rapat.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Jaya Negara mengatakan Menteri Hanif ingin melihat keseriusan dari pemerintah daerah dalam mengelola sampah. Hal ini akan dipantau secara berkala oleh Kementerian LH.
“Beliau harus melihat misalkan kayak kami rencana membangun dan membeli mesin (kapasitas) 500 ton di 3 TPST, kapan mesin pertamanya itu datang ya kami harus tunjukkan kerja mesinnya dan beliau akan cek itu,” jelas Jaya Negara.
Pemkot Denpasar, dia berujar, akan mempersiapkan mesin di masing-masing TPST sampai Juni mendatang.
Jaya Negara enggan menanggapi soal kepastian penutupan TPA Suwung akhir bulan ini. Yang jelas, arahan Menteri Hanif adalah melihat keseriusan di pemerintah daerah terlebih dahulu.
Sementara itu, Adi Arnawa tidak bicara banyak. Ia mengatakan pertemuan ini juga untuk persiapan penanganan sampah di hulu. Ia juga enggan berkomentar terkait kepastian penutupan TPA Suwung.
“Tetap penanganan sampah di hulu, dioptimalkan dengan pemilahan sampah,” singkat dia.
Berdasarkan informasi yang diterima, Menteri LH hingga saat ini belum memberikan kepastian terkait permintaan Gubernur Bali Wayan Koster untuk menunda penutupan TPA Suwung dari Februari menjadi November 2026.






