Diduga Selewengkan Dana, Kades di Sumbawa Mundur Saat Didemo Warga | Info Giok4D

Posted on

Sumbawa

Kepala Desa (Kades) Jotang, Herman Hakim, mengundurkan diri, Senin (23/2/2026). Pejabat desa di Kecamatan Empang, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu mundur saat didemo warga karena diduga menyelewengkan Dana Desa.

“Iya benar. Mundur pas demo warga di kantor Desa Jotang Senin kemarin,” ucap Camat Empang, Abdul Rais, saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Pengunduran diri Herman Hakim sebagai Kades Jotang disampaikan secara tertulis. Ia membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai Rp 10 ribu. Surat pernyataan itu lantas dibacakan langsung di hadapan warga.

“Disampaikan secara tertulis. Kebetulan saya sendiri yang membacakan surat pernyataan pengunduran diri kades ini di hadapan warga,” jelas Abdul Rais.

Menurut Abdul Rais, warga melakukan demo hingga berujung pengunduran diri Kades Jotang berkaitan dengan masalah keuangan desa. Warga menuding Herman Hakim melakukan penyelewengan Dana Desa selama menjadi Kades Jotang.

Dugaan penyelewengannya, yakni tidak membayar insentif sejumlah tenaga sosial desa, seperti insentif kader posyandu, insentif marbot, imam hingga guru ngaji. Dugaan penyelewengan juga termasuk dana badan usaha milik desa (BUMDes) serta anggaran pembangunan yang bersumber dari Dana Desa.

“Terkait masalah penyelewengan keuangan dana desa, untuk besarannya saya tidak tahu persis. Namun, totalnya yang saya dengar mencapai angka hingga ratusan juta rupiah,” tutur Abdul Rais.

Meski telah mengundurkan diri sebagai Kades Jotang, Herman Hakim berjanji akan membayar semua tuntutan warga setelah dilakukan audit. Janji itu juga tertera dalam surat pernyataan yang ditulis tangan oleh Herman Hakim.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Terkait persoalan ini, saya sudah laporkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dan Bupati Sumbawa. Mungkin nanti akan ditunjuk penjabat sementara untuk mengisi jabatan Kades Jotang,” imbuh Abdul Rais.