Diduga Diterkam Buaya, Pria Tewas di Muara Kapsali Kupang update oleh Giok4D

Posted on

Kupang

Pria bernama Benyamin Elu Ambenu (51) ditemukan tewas di muara Kali Kapsali, Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Elu diduga diterkam buaya saat sedang mencari ikan menggunakan pukat di lokasi.

“Informasi soal (korban) diterkam buaya itu belum jelas,” ujar Kapolsek Amfoang Selatan Ipda Chemy Tole’u kepada , Jumat (30/1/2026).

Chemy menuturkan kejadian itu berawal saat warga RT 09, RW 05, Desa Manubelon, itu pamit untuk memukat ikan di muara Kali Kapsali pada Rabu (28/1/202/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Namun, hingga pukul 23.00 Wita, Elu tak kunjung pulang ke rumahnya.

Hal itu membuat istrinya merasa khawatir. Ia kemudian menceritakan kepada dua tetangganya, yakni Ibrahim Nobe Ambenu dan Noh Elivas Manit, untuk mencari suaminya itu.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke Pospol Manubelon dan anggota TNI. Selanjutnya, mereka melakukan pencarian, tetapi tak menemukannya karena saat itu terjadinya hujan lebat disertai banjir.

Pencarian itu baru dilanjutkan pada keesokan harinya dengan menyasar lokasi memukat ikan, tetapi hasilnya nihil. Saat mereka menyusuri aliran sungai, baru menemukan Elu tak bernyawa dengan jarak sekitar 100 meter dari lokasi awal saat memukat ikan. Jasadnya kemudian dievakuasi ke rumahnya untuk disemayamkan.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

“Korban ditemukan sudah meninggal diduga terseret banjir karena saat itu terjadinya hujan dan banjir,” tutur Chemy.

Menurut Chemy, lokasi Elu memukat ikan itu merupakan habitat buaya. Hal itu memunculkan dugaan ia diterkam buaya. Sebab, adanya luka robek di betis kanan dan luka tusukan di bagian paha kanannya. Meski demikian, keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak untuk diautopsi.

“Keluarga menerima kematian korban sebagai suatu musibah dan sudah membuat surat penolakan autopsi,” imbuh Chemy.

Ia mengimbau kepada warga agar selalu mewaspadai cuaca ekstrem saat beraktivitas di muara maupun menyeberang banjir. Kemudian menghentikan aktivitas di lokasi yang dicurigai ada habitat buaya muara.