Jakarta –
Pelajar inisial HAS asal Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilarikan ke rumah sakit (RS) karena diduga menjadi korban perundungan di sekolah. Siswa berusia tujuh tahun itu mengalami memar dan mengeluhkan sakit di beberapa bagian tubuhnya.
“Saya awalnya tidak tahu. Tetapi, setelah anak saya mengeluhkan sakit di bagian kaki dan paha, saya kemudian membawanya ke dokter untuk berobat,” tutur Supriadi, orang tua HAS, saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedjono Selong, Selasa (3/2/2026).
Supriadi tidak tahu kronologi sehingga anaknya mengeluh sakit. Namun, dari pengakuan anaknya, HAS diduga mengalami perundungan di sekolah oleh teman kelasnya.
“Setelah saya bawa ke dokter dan diperiksa, barulah anak saya mengaku kalau dia didorong dan dipukul oleh temannya di sekolah,” jelas Supriadi.
Supriadi berharap ada tindakan dari sekolah terkait kejadian tersebut. Namun, hingga kini belum ada komunikasi maupun mediasi dari sekolah. Walhasil, Supriadi memilih mengunggah terkait perundungan anaknya ke media sosial (medsos) Facebook.
“Yang membuat saya kecewa sampai saat ini tidak ada tindakan dari sekolah, baik itu untuk mempertemukan kami dengan pihak keluarga teman anak saya yang melakukan bullying ini. Sehingga saking kesalnya saya mengunggahnya di Facebook,” ujar Supriadi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Muhammad Nurul Wathoni, mengatakan akan segera menindaklanjuti kejadian tersebut. Nurul mengungkapkan belum menerima laporan terkait kejadian bullying tersebut.
“Kalau laporan belum ada. Segera nanti kami cek dahulu untuk kami tindak lanjuti,” jelas Wathoni.






