Dampak Perang Iran, Penumpang Tertahan di Bandara Ngurah Rai

Posted on

Badung

Sejumlah penumpang penerbangan internasional terdampak akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Mereka mengaku kebingungan untuk melanjutkan perjalanan ke negara tujuan karena jadwal penerbangan yang tidak menentu.

Pantauan pada Selasa (3/3/2026) terlihat beberapa penumpang di depan kantor maskapai Emirates di Terminal International Bandara I Gusti Ngurah Rai yang mengantre meski kantor terlihat tutup. Beberapa penumpang Qatar Airways juga telah mengantre di meja help desk sejak pagi.

Ni Komang Ayu Priantini, seorang residen Milan, Italia, mengaku sudah empat kali datang ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk mencari kejelasan terkait penerbangannya yang seharusnya berangkat pada 2 Maret 2026.

“Kami diberi nomor customer di Doha tidak ada yang mengangkat, ada 2 nomor. Di sini customer hanya ditenangkan saja. Yang mau refund dibantu refund, reschedule nggak jelas ada kepastian apa-apa, hanya menunggu,” ujarnya saat ditemui di Terminal International Bandara I Gusti Ngurah Rai, Selasa (3/3/2026).

Ayu dan para penumpang lain juga berusaha mencari tiket alternatif. Namun, harga tiket melonjak drastis, terutama untuk penerbangan yang melewati kawasan Timur Tengah.

“Kami juga harus mencari alternatif tiket, cuma harga tiket gila banget, pesawat-pesawat yang ke arah Timur Tengah, seperti Thai Air, Singapore harganya melonjak banget,” katanya.

Selain itu, ia juga mengaku belum mendapat kejelasan terkait proses pengembalian dana tiket. Ia akhirnya mencoba untuk membeli tiket lewat maskapai lain dan berharap penanganannya lebih baik.

Hal serupa dialami Calvin Finn dan pasangannya yang tengah berlibur di Bali. Mereka berencana melanjutkan perjalanan ke Roma dengan transit di Dubai, namun rencana tersebut terhambat. Meski penerbangan mereka dijadwalkan berangkat malam ini dan belum resmi dibatalkan, Calvin menduga penerbangan tersebut akan dibatalkan sehingga ia memilih datang ke bandara.

“Kami punya jadwal karena ada perjalanan lain yang sudah direncanakan. Kami akan menghadiri pernikahan akhir pekan ini dan ingin kembali ke Italia tepat waktu. Kami harus segera berangkat,” katanya.

Calvin akhirnya memutuskan mengambil rute lain melalui Jakarta-Korea Selatan-Jerman-Italia, meski biaya yang dikeluarkan lebih mahal dan waktu tempuh perjalanan menjadi lebih panjang.