Denpasar –
Kasanga Festival 2026 akan digelar selama tiga hari, mulai Jumat (6/3) hingga Minggu (8/3/2026). Mengusung konsep parade atau pawai di sekitar Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, sejumlah ruas jalan dipastikan ditutup dan arus lalu lintas dialihkan.
“Akan ada penutupan jalan, jadi sudah pasti ada pengalihan arus lalu lintas,” jelas Ketua Panitia Kasanga Festival 2026 Yogi Pramana saat konferensi pers di Graha Yowana Suci, Rabu (4/3/2026).
Bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar dan kepolisian setempat, panitia akan menutup total beberapa ruas jalan, yakni Jalan Udayana, Jalan Sugianyar, Jalan Bunderan Veteran, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Surapati.
Pelaksanaan Kasanga Festival 2026 dimulai dengan pengumpulan ogoh-ogoh pada Jumat dini hari (6/3/2026) hingga pukul 14.00 Wita. Lokasi parkir ogoh-ogoh berada di sekitar depan Jaya Sabha dan Jalan Kaliasem.
Pukul 15.00 Wita, dewan juri akan melakukan penilaian ulang. Selanjutnya, tamu undangan memasuki area utama pada pukul 16.00 Wita. Pawai dijadwalkan mulai pukul 17.00 Wita.
Rute pawai dimulai dari depan Jaya Sabha dan berakhir di area Bank BRI Jalan Udayana. Panitia menyiapkan barikade pembatas bagi penonton di sepanjang jalur pawai dan mengimbau masyarakat tidak menumpuk di satu titik, khususnya di kawasan Catur Muka.
“Tidak perlu kita berdesak-desakan harus ke Catur Muka untuk menonton penampilan, karena sepanjang jalan mulai dari Jaya Sabha mengitari Catur Muka menuju Jalan Udayana, seluruh peserta terus beratraksi. Jadi penonton bisa lebih banyak memiliki space untuk menikmati penampilan dari peserta yang lolos di Kasanga Festival ini,” tutur Pramana.
Informasi lebih lanjut terkait rekayasa lalu lintas akan diumumkan melalui media sosial resmi Kasanga Festival. “Mungkin hari ini sudah selesai rekayasa lalu lintasnya,” ucap Pramana.






