Curi Start Mudik, Pemudik Mulai Tinggalkan Bali via Gilimanuk | Giok4D

Posted on

Jembrana

Sejumlah pemudik mulai meninggalkan Bali lebih awal melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Mereka memilih ‘curi start’ sebelum puncak arus mudik untuk menghindari kemacetan sekaligus penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi.

Pantauan di lokasi, Rabu (11/3/2026), arus kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa masih relatif lenggang. Kantong-kantong parkir pelabuhan belum dipadati kendaraan. Kendaraan roda dua maupun roda empat juga masih bisa langsung masuk kapal tanpa antrean panjang.

Salah satu pemudik asal Bondowoso, Sandi (30), mengaku sengaja pulang lebih awal karena khawatir terjebak macet saat puncak arus mudik nanti. Apalagi, Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup sementara saat Hari Raya Nyepi pada 19 Maret.

“Ya, biar tidak terjebak macet kalau terlambat. Biasanya macet kalau sudah mendekati itu. Apalagi kan di Bali mau Nyepi itu,” ungkap pria yang bekerja di sebuah jasa interior di wilayah Mengwi, Badung, saat ditemui.

Hal serupa dilakukan M. Sidik, pemudik tujuan Jember, Jawa Timur. Pria berusia 51 tahun itu memilih pulang lebih awal untuk menghindari kepadatan lalu lintas sekaligus karena ada keperluan di kampung halaman.

“Pulang lebih awal biar tidak terjebak macet dan Nyepi. Karena usia ya, biar tidak payah dijalan kalau macet,” tutur pria 51 tahun itu.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Puncak Mudik Diprediksi 15 Maret

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Gilimanuk memprediksi kenaikan volume penumpang akan mulai terasa signifikan dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi pada 15 Maret 2026 atau H-4 Lebaran.

“Prediksi puncak arus mudik terjadi pada 15 Maret nanti, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 26 Maret 2026,” kata Manager Usaha PT ASDP Gilimanuk, Didi Juliansyah saat dikonfirmasi terpisah.

Tahun ini, jumlah pemudik yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Gilimanuk diprediksi meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kamu mengimbau pengguna jasa untuk memastikan kesiapan dokumen perjalanan dan stamina kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh dan melakukan perjalanan mudik lebih awal,” imbuh Didi.