Cerita Koster Rajin Minum Kopi Campur Arak agar Asam Lambung Tidak Naik

Posted on

Gubernur Bali Wayan Koster kembali menceritakan kebiasaan dirinya meminum kopi campur arak Bali. Menurutnya, ramuan kopi dicampur arak menjadi solusi agar asam lambung tidak naik.

Koster menuturkan asam lambungnya akan naik jika hanya menyeruput kopi tanpa arak. Ia mengaku mendapat racikan itu dari masyarakat Karangasem yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil arak.

“Saya dapat pengetahuan dari masyarakat di Karangasem, itu kalau kopi dicampur arak jadi netral. Saya membuktikan itu,” kata Koster saat ditemui di kedai kopi Tan-Panama, Denpasar, Bali, Sabtu (3/1/2026).

Gubernur Bali dua periode itu mengatakan selalu mengonsumsi kopi campur arak sebelum menjalani aktivitas. Dia bahkan mengonsumsi racikan minuman mengandung kafein dan alkohol itu paling tidak tiga kali sehari.

“Saya setiap hari, pagi kopi arak, siang kopi arak, sore kopi arak. Itu SOP yang sehari-hari sudah. Rasa enak, asam lambung nggak naik. Jadi sehat,” imbuhnya.

Meski rajin mengonsumsi arak-kopi, Koster mengaku tidak pernah mengalami masalah kesehatan. “Nggak ada masalah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Koster mentraktir kopi dan babi guling untuk warga hari ini. Kopi dan babi guling gratis itu disiapkan Koster untuk merayakan Tumpek Krulut atau yang dikenal sebagai hari kasih sayang ala Hindu Bali.

Ada tiga lokasi yang dapat dituju untuk menikmati kopi dan hidangan gratis dari Koster itu. Mulai dari Kopi Jenar (Jalan Kaliasem Denpasar), Tan-Panama Coffee (Veteran Denpasar), dan Babi Guling Men Wenci (Sangeh).

Koster pun sempat menyapa sejumlah anak muda yang sedang nongkrong dan mendapat traktiran kopi di Tan-Panama Coffee. Ia menjelaskan Tumpek Krulut dirayakan secara sekala (fisik) dengan menyapa anak-anak muda sembari menyeruput kopi gratis bersama. Kemudian, perayaan secara niskala (batiniah) dilakukan dengan menggelar persembahyangan.

“Tumpek Krulut itu dilaksanakan secara niskala dan sekala. Secara niskala tadi dilaksanakan persembahyangan di Pura Candi Narmada,” kata Koster.

“Secara sekala dengan aktivitas bertemu anak-anak muda, ngopi bareng di Jenar Kopi dan Tan-Panama, lanjut ke Be Guling Men Wenci,” imbuhnya.

Koster Traktir Kopi dan Babi Guling

Meski rajin mengonsumsi arak-kopi, Koster mengaku tidak pernah mengalami masalah kesehatan. “Nggak ada masalah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Koster mentraktir kopi dan babi guling untuk warga hari ini. Kopi dan babi guling gratis itu disiapkan Koster untuk merayakan Tumpek Krulut atau yang dikenal sebagai hari kasih sayang ala Hindu Bali.

Ada tiga lokasi yang dapat dituju untuk menikmati kopi dan hidangan gratis dari Koster itu. Mulai dari Kopi Jenar (Jalan Kaliasem Denpasar), Tan-Panama Coffee (Veteran Denpasar), dan Babi Guling Men Wenci (Sangeh).

Koster pun sempat menyapa sejumlah anak muda yang sedang nongkrong dan mendapat traktiran kopi di Tan-Panama Coffee. Ia menjelaskan Tumpek Krulut dirayakan secara sekala (fisik) dengan menyapa anak-anak muda sembari menyeruput kopi gratis bersama. Kemudian, perayaan secara niskala (batiniah) dilakukan dengan menggelar persembahyangan.

“Tumpek Krulut itu dilaksanakan secara niskala dan sekala. Secara niskala tadi dilaksanakan persembahyangan di Pura Candi Narmada,” kata Koster.

“Secara sekala dengan aktivitas bertemu anak-anak muda, ngopi bareng di Jenar Kopi dan Tan-Panama, lanjut ke Be Guling Men Wenci,” imbuhnya.

Koster Traktir Kopi dan Babi Guling