Kasus rabies masih menjadi tantangan tersendiri bagi Bali pada 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mencatat angka gigitan hewan penular rabies sepanjang tahun 2025 sebanyak 66.760 kasus atau rata-rata 180 kasus per hari.
“Jadi ini masih menjadi kewaspadaan kami,” kata Plt Kepala Bidang P2P Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, saat ditemui di Kantor Dinkes Bali di Denpasar, Jumat (9/1/2026).
“Kenapa rabies ini masih menjadi tantangan? Karena masyarakat kita memelihara hewan, khususnya anjing dan cukup banyak yang meliarkan,” imbuhnya.
Dinkes Bali, Raka berujar, telah menyuntikkan vaksin antirabies (VAR) sebanyak 47.887 vial sepanjang tahun lalu. Jumlah kematian akibat rabies juga meningkat dari tujuh korban pada 2024 menjadi 16 korban pada 2025.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Rata-rata yang meninggal di tahun-tahun sebelumnya karena pasien tidak ke fasilitas pelayanan kesehatan,” imbuhnya.
Raka menuturkan Dinkes Bali sudah rutin melakukan sosialisasi terkait penanganan cepat gigitan hewan rabies. Ia juga memastikan stok VAR di kabupaten/kota maupun provinsi saat ini masih aman. Total VAR yang dimiliki Bali pada tahun ini sebanyak 88.599 vial.
“Jumlahnya sangat cukup sampai saat ini untuk keseluruhan stok termasuk kabupaten/kota,” pungkasnya.






