Cabai Tembus Rp 110 Ribu, Warga Mataram Serbu Pasar Murah | Info Giok4D

Posted on

Mataram

Harga cabai rawit di pasar tradisional Mataram yang menembus Rp 110 ribu per kilogram membuat warga berburu alternatif. Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram di Kantor Lurah Kekalik Jaya, Jalan Swadaya, Kamis (26/2/2026), langsung diserbu pembeli.

Sejak pagi, warga Kekalik dan sekitarnya memadati lapak pedagang. Selisih harga Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram cukup untuk membuat cabai rawit dan bawang merah cepat berpindah tangan.

“Lebih murah, makanya kami beli. Bisa beda Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu dari harga di pasar,” kata Ayu, salah seorang warga Mataram saat berbelanja di Pasar Murah yang digelar di Kantor Lurah Kekalik Jaya di Jalan Swadaya, Mataram, Kamis.

Ayu membeli cabai rawit, bawang merah, hingga minyak goreng. Ia mengaku mendapatkan harga cabai rawit Rp 90 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di pasar.

“Tadi saya dapat harga cabai sekitar Rp 90 ribu per kilogram, kalau di pasar masih Rp 100-an lebih harganya. Alhamdulillah lah, lumayan hemat Rp 10 ribuan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Nia. Ia sengaja datang ke Pasar Murah untuk membeli daging beku, beras, bawang merah, telur ayam, dan cabai rawit.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Sengaja datang kesini, soalnya setiap ada Pasar Murah, pasti harganya lebih miring dibandingkan di pasar. Terutama harga cabai, bawang sama telur. Di pasar harga telur sudah Rp 60 ribuan per tray, tapi disini bisa dapat harga Rp 55 ribu per tray. Cabai rawit juga, bisa dapat harga Rp 90 ribu per kilogram,” katanya.

Sejumlah bahan pokok yang dijual antara lain beras, telur ayam ras, ayam beku, daging beku, cabai rawit, cabai merah besar, tomat, minyak goreng, roti, dan bumbu instan. Untuk cabai rawit, harga dipatok Rp 90 ribu per kilogram, sementara di pasar mencapai Rp 110 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan 30 hingga 35 distributor dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

“Ada 30 sampai 35 distributor yang kami libatkan di Pasar Murah hari ini. Meskipun hujan, tapi antusias masyarakat sangat tinggi,” kata Sri Wahyunida saat diwawancarai di lokasi Pasar Murah.

Menurut Nida, tingginya daya beli terlihat dari sejumlah bahan pokok yang habis dalam waktu singkat.

“Daya belinya sangat tinggi. Yang paling banyak diburu warga, antara lain minyak goreng, bahan bumbu-bumbu seperti cabai dan bawang,” ujarnya.

“Distributor tadi bawa 30 kilogram cabai rawit, tapi dalam hitungan jam sudah ludes. Karena memang harganya lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar,” imbuhnya.