Bukan Cuma di Indonesia, Tradisi Mudik Juga Ada di Negara Lain

Posted on

Denpasar

Istilah mudik sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Kata ‘mudik’ berasal dari bahasa Jawa ‘Mulih Dhilik’ yang artinya pulang dahulu. Selain pulang bertemu keluarga, mudik juga menjadi momen untuk bersilaturahmi, berziarah ke makam keluarga, dan pastinya menikmati makanan khas kampung halaman. Maka, tidak heran jika tradisi ini selalu ada dan dinantikan setiap tahunnya.

Fenomena ini akan ada dalam setiap momen menjelang hari besar keagamaan maupun libur panjang. Jutaan orang akan rela menempuh ribuan kilometer untuk bertemu keluarga dan kembali merasakan hangatnya kebersamaan di kampung halaman.

Di Indonesia sendiri, tradisi sosial ini selalu terjadi menjelang Idul Fitri. Perjalanan mudik ini akan memadati seluruh jalur, baik itu darat, air hingga udara. Namun, siapa sangka, ternyata tradisi mudik ini tidak hanya ada di Indonesia lho.

Berikut beberapa negara yang juga memiliki tradisi pulang kampung layaknya mudik di Indonesia.

1. Malaysia “Balik Kampung”

Tidak hanya memiliki kebudayaan yang hampir mirip, ternyata negara tetangga kita juga memiliki tradisi yang serupa. Tradisi ini juga biasanya terjadi menjelang Idul Fitri. Mudik di Malaysia ditandai dengan stasiun penuh, jalanan macet parah, serta semangat menyantap hidangan khas kampung halaman.

2. India “Festival Diwali”

Di India, momen mudik paling terasa adalah saat perayaan Diwali atau Deepavali. Diwali adalah festival cahaya umat Hindu, Sikh, dan Jain, berasal dari India yang menandai kemenangan kebaikan atas kejahatan. Perayaan ini biasanya berlangsung selama lima hari pada Oktober atau November dengan menyalakan lampu minyak, kembang api, menghias rumah dengan rangoli hingga bertukar manisan.

3. Tiongkok “Chunyun”

Fenomena chunyun atau pindah negara berjamaah ini menjadi tradisi mudik terbesar yang ada di muka bumi. Tradisi ini akan berlangsung setiap tahunnya saat perayaan Imlek. Migrasi manusia terbesar ini akan ditandai dengan ratusan juta orang bergerak secara bersamaan menggunakan bus, kereta hingga pesawat, dengan satu tujuan makan malam bersama keluarga di malam Tahun Baru China.

4. Korea Selatan “Chuseok”

Tradisi Chuseok atau pesta panen dan ziarah ini adalah bentuk perayaan rasa syukur atas hasil panen. Momen ini akan ditandai dengan kota Seoul yang sepi dikarenakan orang-orang akan mudik ke desa. Selain itu, tradisi ini dibarengi dengan Seongmyo atau ziarah ke makam leluhur untuk bersih-bersih dan memberi penghormatan.

5. Amerika Serikat “Thanksgiving”

Tradisi pulang kampung setiap tahun menjelang Hari Bersyukur (Thanksgiving) ini biasanya biasanya terjadi pada Kamis keempat November. Orang-orang akan pulang ke rumah keluarga untuk makan bersama dengan hidangan utama kalkun panggang sehingga menjadi salah satu hari termacet di Amerika Serikat.

6. Turki “Seker Bayrami”

Sama halnya dengan di Indonesia, Seker Bayrami atau Festival Gula ini diadakan untuk perayaan Idul Fitri. Perayaan yang akan berlangsung selama tiga hari ini akan ditandai dengan anak-anak muda akan mudik bertemu orang tua hingga kakek nenek. Uniknya tradisi ini identik dengan berbagi makanan manis, seperti permen, cokelat, baklava hingga Turkish delight.

Tidak hanya di Indonesia, ternyata tradisi mudik sudah menjadi kebiasaan masyarakat di seluruh belahan dunia. Walaupun adanya perbedaan tradisi mudik ini memiliki tujuan yang sama, yaitu mempererat hubungan keluarga.