Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi meminta Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) mempercepat penerapan kuota kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Bara, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut dia, BTNK tak harus menunggu hingga April mendatang untuk menerapkan pembatasan kunjungan itu.
“Ah, kelamaan,” kata Edi Endi menanggapi jawaban Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Hendrikus Rani Siga saat keduanya berbincang, di Labuan Bajo, Sabtu (10/1/2026).
Edi Endi awalnya menanyakan kapan pembatasan kunjungan melalui SiOra itu diterapkan kepada Hengki-sapaan Hendrikus. Hengki menjawab penerapan kuota itu dimulai April mendatang. Keduanya sepakat untuk membahas lebih lanjut rencana penerapan kuota kunjungan turis itu.
Menurut Edi Endi, kunjungan wisatawan ke TN Komodo perlu dibatasi. Ia mendorong pembatasan kunjungan itu bisa secepatnya diterapkan. Pembatasan wisatawan itu dilakukan dengan mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung (carrying capacity) kawasan tersebut.
“Perlu pembatasan kunjungan,” ujar Edi Endi.
Dikonfirmasi lebih lanjut seusai perbincangan tersebut, Hengki mengatakan saat ini BTNK masih melakukan uji coba penerapan pembatasan kunjungan ke TN Komodo. Ia mejelaskan masa uji coba akan berlangsung selama tiga bulan.
“Uji coba Januari sampai Maret. April penerapannya,” kata Hengki.
Sebelumnya, BTNK akan membatasi kunjungan wisatawan ke TN Komodo maksimal 1.000 orang per hari. Pengaturan kuota kunjungan oleh BTNK ini mulai diberlakukan pada April 2026.
“Kami mau mengatur kunjungan ke TNK, saat ini masih proses sosialisasi, juga simulasi dan uji coba nanti. Kemungkinan April 2026 diaplikasikan. Januari-Maret sudah mulai proses uji cobanya,” kata Koordinator Urusan Kerjasama Humas dan Pelayanan BTNK Maria Rosdalima Panggur seusai sosialisasi rencana penerapan kuota kunjungan wisatawan ke TNK kepada pelaku usaha wisata di Labuan Bajo pada Oktober 2025.
Maria menjelaskan kuota kunjungan 1.000 orang per hari itu sesuai kajian tahun 2018 tentang daya dukung dan carrying capacity TN Komodo. Juga memperingatkan jumlah kunjungan wisatawan pada 2025 yang terus melonjak.
Pembatasan kunjungan hingga maksimal 1.000 orang itu dilakukan melalui aplikasi SiOra milik BTNK. Pembelian tiket ke TNK hanya bisa dilakukan melalui SiOra.
Pada 2024, terang Maria, total ada 340 ribu lebih wisatawan berkunjung ke TNK. Kunjungan wisatawan ke TNK selama ini tidak merata setiap tahun. Kunjungan lebih banyak pada saat high season, yakni Juni-September. Pada periode tersebut kunjungan turis bisa mencapai lebih dari 1.700 orang per hari.
Kuota 1.000 Turis Per Hari
Sebelumnya, BTNK akan membatasi kunjungan wisatawan ke TN Komodo maksimal 1.000 orang per hari. Pengaturan kuota kunjungan oleh BTNK ini mulai diberlakukan pada April 2026.
“Kami mau mengatur kunjungan ke TNK, saat ini masih proses sosialisasi, juga simulasi dan uji coba nanti. Kemungkinan April 2026 diaplikasikan. Januari-Maret sudah mulai proses uji cobanya,” kata Koordinator Urusan Kerjasama Humas dan Pelayanan BTNK Maria Rosdalima Panggur seusai sosialisasi rencana penerapan kuota kunjungan wisatawan ke TNK kepada pelaku usaha wisata di Labuan Bajo pada Oktober 2025.
Maria menjelaskan kuota kunjungan 1.000 orang per hari itu sesuai kajian tahun 2018 tentang daya dukung dan carrying capacity TN Komodo. Juga memperingatkan jumlah kunjungan wisatawan pada 2025 yang terus melonjak.
Pembatasan kunjungan hingga maksimal 1.000 orang itu dilakukan melalui aplikasi SiOra milik BTNK. Pembelian tiket ke TNK hanya bisa dilakukan melalui SiOra.
Pada 2024, terang Maria, total ada 340 ribu lebih wisatawan berkunjung ke TNK. Kunjungan wisatawan ke TNK selama ini tidak merata setiap tahun. Kunjungan lebih banyak pada saat high season, yakni Juni-September. Pada periode tersebut kunjungan turis bisa mencapai lebih dari 1.700 orang per hari.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
