BTID Serahkan 10 Teba Modern untuk Pedagang Pasar Serangan

Posted on

Denpasar

Bali Turtle Island Development (BTID) menyerahkan 10 teba modern kepada pedagang Pasar Desa Adat Serangan untuk mengelola sampah organik. Penyerahan ini dilakukan pada saat Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari 2026.

Pemberian ini sebagai bentuk dukungan dari PT BTID selaku Badan Usaha Pengelola dan Pembangunan Kawasan Khusus Ekonomi Kura Kura Bali untuk mendorong tata kelola sampah yang lebih tertib, ramah lingkungan, serta selaras dengan kearifan lokal.

Kepala Pasar Desa Adat Serangan I Wayan Suwarjaya mengungkapkan apresiasinya kepada manajemen KEK Kura Kura Bali. Ia menyebut kehadiran Teba Modern di pasar Desa Adat Serangan membantu mendorong pedagang untuk memilah jenis sampah yang dihasilkan.

”Saya ucapkan terima kasih kepada BTID sudah membantu dan mendukung pasar Desa Adat Serangan dengan memberikan lubang biopori atau Teba Modern ini,” ujar Suwarjaya melalui keterangan tertulis yang diterima, Kamis (5/3/2026).

Sebelumnya, PT BTID pada 2025 juga telah menyerahkan sebanyak 19 teba modern kepada Desa Serangan. Kepala Departemen Komunikasi BTID Zefri Alfaruqy menyatakan bahwa pengelolaan lingkungan dan kebersihan pasar sudah seharusnya untuk diperhatikan.

Zefri menegaskan pasar tradisional bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli, melainkan juga menjadi pusat edukasi lingkungan bagi warga.

“Kami percaya bahwa solusi lingkungan yang berkelanjutan selalu berakar dari inisiatif masyarakat itu sendiri. Peran kami di BTID adalah mendukung inisiatif penggunaan Teba Modern di pasar ini bisa terus bertumbuh hingga menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Bali,” jelas Zefri.

Selain itu, para pedagang juga dapat menyalurkan sampah plastik dan kertas ke bank sampah setempat untuk dikonversikan menjadi saldo rupiah.

“Bagus itu, kehadirannya (Teba Modern) mengurangi sampah agar tidak berserakan. Kita bisa memilah-milah sampah, jadinya ada manfaatnya,” jelas salah satu pedagang pasar, Darmi.

Darmi berharap agar kolaborasi antara Pasar Desa Serangan dengan BTID bisa berlangsung untuk jangka panjang. “Semoga ini berjalan lancar untuk jangka panjang. Semoga banyak manfaatnya untuk masyarakat, untuk kita semua,” tuturnya.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen KEK Kura Kura Bali untuk terus mendorong pengelolaan lingkungan yang inklusif di Pulau Serangan. Sinergi ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dan sistem modern dapat berjalan berdampingan, menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan memberi nilai bagi komunitas sekitar.