Denpasar –
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji sistem pengelolaan sampah di Bali, terutama plastik dan makanan yang dihasilkan akomodasi pariwisata.
Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, ingin mengetahui apakah pariwisata bisa disebut menjadi salah satu sektor penyumbang sampah terbesar.
“Kami akan melihat juga ada contoh baik atau tidak yang nanti bisa dikelola secara umum di Indonesia itu seperti apa,” kata Reza saat ditemui di Dinas Pariwisata Bali, Kamis (5/2/2026).
Menurut Reza, banyak pengelola akomodasi pariwisata yang belum bekerja sama dengan pengelola sampah. Akibatnya, banyak sampah yang dihasilkan belum terkelola dengan baik.
“Misalnya katakanlah nanti yang food waste, kami lihat dahulu nih sampah makanan ini ada nggak solusinya selain bikin kompos dan lain-lain,” jelas Reza.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Reza mengatakan ingin mengetahui kondisi sistem pengelolaan di daerah, terutama sampah plastik. “Itu yang nanti perlu kita kaji lebih lanjut, dan mudah-mudahan ini nanti di hasil tengah tahun ini mudah-mudahan kita bisa mendapatkan hasil yang lebih spesifik,” beber Reza.
Berdasarkan data, Reza mengungkapkan sampah dari pariwisata di Bali sekitar 13%. Namun, ia meyakini masih banyak yang belum terdata.
“Apakah benar 13%? Jangan-jangan lebih kecil atau jangan-jangan lebih besar? Nah ini mau kami coba kaji lebih lanjut supaya bisa mendapatkan data dan kemudian pengelolaannya lebih tepat,” jelas Reza.
