Seorang bocah perempuan berinisial NMRW (8) asal Banjar Dinas Mekar Sari, Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, meninggal dunia karena rabies pada Rabu (7/1/2026). Bocah tersebut sebelumnya digigit anjing sekitar satu bulan lalu tanpa penanganan medis lanjutan.
Kepala Desa Labasari, I Gede Geria, membenarkan jika salah satu warganya tersebut meninggal dunia karena rabies. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara rinci kronologi kejadian sejak awal hingga korban dinyatakan meninggal dunia.
“Nggih benar, kemarin meninggalnya. Tapi saya belum tahu kronologinya, coba saya cari tahu dulu, nanti saya infokan kembali,” kata Geria, Kamis (8/1/2026).
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama juga membenarkan NMRW meninggal karena rabies. Ia menyebut NMRW ada riwayat digigit anjing sekitar satu bulan sebelumnya.
“Sekitar satu bulan lalu anak tersebut ada riwayat digigit anjing, tapi tidak langsung diajak berobat,” ujar Pertama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun derikBali, pada Selasa (6/1/2026) pagi korban sempat bersekolah seperti biasa. Namun sepulang sekolah, korban mengeluh demam dan lemas sehingga dibawa ke Puskesmas Abang untuk mendapatkan perawatan.
Namun NMRW terus menunjukkan gejala suspek rabies, seperti sulit menelan air serta takut melihat air dan angin. Korban juga mengalami kegelisahan dan kejang setiap kali diberi minum. Karena kondisinya yang semakin parah, korban dirujuk ke RSUD Karangasem.
Diketahui, NMRW sempat digigit anjing kecil (konyong) di bagian kaki. Namun luka goresan tersebut hanya dicuci dengan sabun dan tidak langsung dibawa berobat. Anak anjing tersebut merupakan anjing liar sehingga tidak diketahui keberadaannya setelah mengigit NMRW.
Direktur Utama RSUD Karangasem, dr I Putu Angga Wirayogi, membenarkan adanya pasien anak yang meninggal dunia dengan dugaan rabies. Menurutnya, saat tiba di rumah sakit, korban sudah dalam kondisi gelisah, kejang-kejang, serta menunjukkan ketakutan terhadap air dan angin.
“Kami sudah upayakan penanganan yang terbaik untuk pasien. Tapi kemarin siang dinyatakan meninggal dunia,” ujar Wirayogi.






