Denpasar –
Momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi berkah bagi bus trayek pendek jurusan Denpasar-Gilimanuk. Belasan bus ukuran sedang terlihat silih berganti menunggu giliran mengangkut penumpang yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa.
Sabtu siang, 14 Maret 2026, setidaknya lima bus jurusan Denpasar-Gilimanuk tampak menunggu keberangkatan di Terminal Ubung, Denpasar. Bus-bus itu hanya menunggu sekitar 15 menit untuk mencari penumpang sebelum akhirnya berangkat menuju tujuan.
Meski tak selalu penuh, bus tetap harus berjalan. Namun pada momentum Idul Fitri 2026, salah satu sopir mengaku senang karena kursi penumpang bisa terisi penuh.
“Saya berangkat dulu,” ujar salah seorang sopir bus, Fajar, Sabtu (14/3/2026).
Sebelum berangkat, Fajar sempat menceritakan kondisi bus trayek pendek Denpasar-Gilimanuk yang kini harus bersaing dengan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang lebih modern.
“Kalau sekarang itu nasib bis trayek Denpasar-Gilimanuk udah nggak seperti yang dulu. Sekarang udah ini, apa ya, menurunlah,” ujarnya.
Ia mengaku lonjakan penumpang terakhir kali terasa sebelum pandemi COVID-19 merebak di Indonesia, termasuk di Bali, serta sebelum banyak bus kota beroperasi.
Meski demikian, Fajar bersyukur penumpang tidak turun drastis, termasuk menjelang Idul Fitri 2026.
“Cuma memang kalau ada bus kota ikut membantu untuk para penumpang ke kota. Cara bertahannya ya kami mencoba mengikuti apa yang diinginkan penumpang seperti dari segi fasilitas dan pemesanan,” jelasnya.
Pria berusia 37 tahun itu menyebut bus trayek Denpasar-Gilimanuk kini mulai memperbarui fasilitas, seperti menyediakan Air Conditioner (AC) serta pemesanan tiket melalui aplikasi online.
“Tapi untuk tarif, masih tetap sama,” jelasnya.
Bus Denpasar-Gilimanuk milik PO Yusa Darmadi mematok tarif Rp 60.000 pada hari biasa dan Rp 70.000 saat hari besar keagamaan, termasuk mudik Lebaran. Dalam sekali perjalanan, bus dapat mengangkut sekitar 29 hingga 30 penumpang dari Denpasar menuju Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
“Cuma dari pelabuhan Gilimanuk ke Ubungnya itu jarang ada penumpang. Meskipun tarifnya Rp 60.000 dari sana kosong pasti,” ungkap Fajar.
Jadwal Keberangkatan Bus
Bus trayek Denpasar-Gilimanuk memiliki jadwal keberangkatan yang berbeda-beda antarperusahaan otobus (PO). Beberapa PO yang melayani rute ini antara lain Yusa Darmadi, Sehati, Gunung Harta, serta bus legendaris Darma, Megah, dan Bahagia.
Keberangkatan dari Denpasar:
pukul 05.45 Wita
pukul 09.00 Wita
pukul 11.45 Wita
pukul 12.00 Wita
Keberangkatan dari Gilimanuk:
pukul 00.00 Wita
pukul 09.00 Wita
pukul 16.30 Wita
pukul 22.00 Wita
Jadwal tersebut dapat berubah tergantung jumlah operator bus yang standby menunggu penumpang dalam waktu sekitar 15 menit. PO Yusa Darmadi sendiri menyiapkan sekitar delapan bus untuk melayani rute ini.
Inovasi dan Harapan Sopir
Untuk mengikuti perkembangan zaman, perusahaan bus trayek pendek mulai menghadirkan pemesanan tiket secara online. Salah satunya melalui aplikasi redBus Indonesia yang dapat diakses melalui ponsel.
Penumpang juga dapat memilih kursi lebih awal melalui aplikasi. Selain itu, bus juga bisa menjemput penumpang di beberapa titik trayek seperti Terminal Mengwi, Tabanan, maupun Kota Negara, Jembrana.
“Misal ada yang booking di Mengwi, ya kami pasti mampir ke Terminal Mengwi,” jelasnya.
Meski sudah melakukan berbagai pembaruan, sopir bus trayek pendek mengaku jumlah penumpang masih belum menentu.
Pria yang telah 10 tahun menjadi sopir bus itu berharap pemerintah turut memperhatikan sopir bus trayek pendek yang masih bertahan memberikan layanan transportasi bagi masyarakat.
Sementara itu, salah satu penumpang, Rendi, asal Bondowoso, Jawa Timur, mengaku tetap memilih bus trayek pendek saat hendak mudik Lebaran.
“Lebih enak aja pakai bus ini. Selain murah, ya sudah nyaman jugalah, nggak ngantre juga,” ujarnya.
Penumpang lain, Heni, juga menilai bus trayek Denpasar-Gilimanuk masih membantu penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Jawa.
“Apalagi pas dananya cukup ini membantu,” jelas Heni.






