Berendam Air Hangat di Tepi Tukad Ho

Posted on

Sejumlah patung mengelilingi kolam renang air hangat sedalam paha orang dewasa itu. Dari patung katak dan perempuan tersebut keluar air bersuhu sekitar 37 derajat Celcius.

Beberapa wisatawan terlihat berendam di kolam air hangat yang berada di tepi Tukad (sungai) Ho. Sebagian pelancong itu berjongkok dan berdiri di bawah aliran air hangat untuk mendapatkan panas yang lebih.

Kolam air hangat yang berada di Desa Penatahan, Tabanan, Bali, itu bernama Espa Yeh Panas. Objek wisata itu dibuka sejak Januari 1993.

Manager Operasional Espa Yeh Panas, Alit Suastini, mengatakan tempat pemandian air hangat itu memiliki empat kolam umum dan delapan privat. “Ada kolam air dingin juga,” tuturnya kepada infoBali, Minggu (24/8/2025).

Salah satu daya tarik dari Espa Yeh Panas adalah berada di tepi Tukad Ho. Saya menikmati berendam air hangat sambil melihat aliran sungai yang berbatu tersebut.

Punggung terasa seperti dipijat saat dialiri air hangat yang mengalir dari patung yang berada di tepi kolam. Rimbunnya pepohonan di tepi Tukad Ho bisa menjadi jeda dari rutinitas sehari-hari di Denpasar.

Waktu tempuh yang hanya 60 menit dari tempat tinggal saya di kawasan Renon juga jadi pertimbangan untuk pelesiran ke Espa Yeh Panas. Waktu tempuh itu lebih singkat dibandingkan menuju tempat wisata air panas di kawasan Kintamani, Bangli, yang perlu waktu tempuh sekitar 2 jam dari Ibu Kota Bali tesebut.

Staf Operasional Espa Yeh Panas, Putu Oka, menjelaskan tempat pelesiran tersebut memiliki delapan kolam privat. Dari delapan kolam itu, sebanyak dua ruang yang dilengkapi jakuzi. “Satu ruang/kolam privat bisa muat 2-10 orang,” ujarnya.

Adapun tiket masuk untuk kolam umum air hangat bagi wisatawan domestik sebesar Rp 20 ribu per orang. Sedangkan untuk anak-anak sebesar Rp 10 ribu.

Harga karcis untuk kolam privat lebih mahal yakni Rp 25 ribu per orang untuk satu jam. Adapun untuk anak-anak setengahnya, Rp 12.500. Espa Yeh Panas buka sejak pukul 07.00 hingga 19.00 Wita.

Tiket masuk Espa Yeh Panas untuk turis asing mencapai Rp 50 ribu untuk kolam umum. Sedangkan ruang privat harga karcis dibanderol Rp 100 ribu per kepala.

Oka menerangkan Espa Yeh Panas berdiri di tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan. Pemilik tempat pelesiran itu lalu menyewa lahan tersebut.

Adapun, air panas bersumber dari dalam tanah. “Lalu kami pompa air tersebut dan mengalirkannya ke kolam-kolam,” ungkap pria berusia 53 tahun itu.

Oka mengeklaim salah satu keunggulan Espa Yeh Panas adalah lokasinya yang berada di tepi Tukad Ho sehingga para pelancong bisa lebih menikmati objek wisata tersebut. Espa Yeh Panas juga kerap menjadi tempat pengobatan bagi mereka yang sakit kulit, strok, dan parkinson.

Objek wisata Espa Yeh Panas awalnya lebih dikenal di kalangan turis asing, terutama Jepang, saat dibuka pada Januari 1993. Kala itu, banyak pelancong asing yang pelesiran ke pulau dewata dengan mengandalkan agen perjalanan wisata. “Saat itu kami banyak bekerja sama dengan travel agent,” tutur Putu Oka.

Syahdan, sejak peristiwa Bom Bali I (12/10/2002) lalu disusul Bom Bali II (1/10/2005), turis asing yang berendam di Espa Yeh Panas terus menyusut. Walhasil, objek wisata seluas 1,5 hektare tersebut mulai menyasar turis domestik.

Kini, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Espa Yeh Panas lebih dominan dibandingkan pelancong asing. “Turis asing sekarang hanya sekitar 20-30 persen saja,” beber Oka.

Rerata jumlah pelancong di Espa Yeh Panas saat hari libur sekitar 300-400 orang. Sedangkan, saat hari kerja hanya puluhan turis saja.

Mulanya Populer di Kalangan Turis Asing

Gambar ilustrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *