Belanja Murah Jelang Ramadan, Pasar Rakyat Hadir di 6 Titik Mataram | Info Giok4D

Posted on

Mataram

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menggelar pasar rakyat di enam titik menjelang Ramadan 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua tahap, yakni 11-13 Februari 2026 dan 24-26 Februari 2026.

“Pasar rakyat ini kami gelar enam hari, tiga hari sebelum Ramadan dan tiga hari setelah Ramadan. Hari pertama pasar rakyat akan kami mulai besok, Rabu (11 Februari 2026) di halaman kantor Lurah Pejeruk, Ampenan,” kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Sri Wahyunida, saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Enam lokasi pasar rakyat tersebut meliputi:

• 11 Februari 2026 di halaman kantor Lurah Pejeruk, Ampenan

• 12 Februari 2026 di Jalan Candi Pawon, Getap Barat, Cakranegara Selatan

• 13 Februari 2026 di Jalan Gotong Royong, Gang Permana, Lingkungan Tempit, Ampenan

• 24 Februari 2026 di halaman kantor Lurah Kekalik Jaya, Sekarbela

• 25 Februari 2026 di Jalan Gegutu Timur, Rembiga, Selaparang

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

• 26 Februari 2026 di halaman SDN 43 Ampenan, Jalan Geguntur Raya, Jempong Baru

“Kegiatan ini sebagai bentuk stabilitas harga menjelang Ramadan. Ini momen yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat,” ujarnya.

Adapun kebutuhan pokok (bapok) yang dijual di antaranya beras, telur ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, tomat, bawang merah, bawang putih, dan masih banyak lagi.

“Kami tahu beberapa kebutuhan bahan pokok (bapok) menjelang Ramadan mengalami kenaikan, dengan adanya bazar pasar rakyat ini, mudah-mudahan masyarakat bisa mendapatkan harga yang terjangkau,” tuturnya.

Sebanyak 30-35 distributor akan terlibat dalam kegiatan ini, bersama sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Total peserta diperkirakan mencapai 40-45 pihak. Selain itu, Perum Bulog juga akan menyediakan Minyakita, beras SPHP, dan beras premium.

“Insyaallah nanti Bulog akan menyiapkan MinyaKita dan beras SPHP maupun beras premium di pasar rakyat,” terangnya.

Sementara itu, Nida menjelaskan untuk telur ayam ras ukuran besar di pasar rakyat akan dibanderol Rp 54 ribu per tray, lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar tradisional sekitar Rp 60 ribu per tray.

“Nanti kami undang distributor telur, harganya bisa Rp 54 ribu per tray untuk ukuran besar. Jadi paling tidak harganya lebih miring daripada harga di pasar Rp 60 ribu per tray,” imbuhnya.

Sementara itu, harga cabai rawit juga dipastikan lebih terjangkau. Pemkot Mataram telah berkoordinasi dengan mitra Bank Indonesia (BI) agar cabai rawit dapat dijual sekitar Rp 80 ribu per kilogram, atau lebih murah Rp 10-15 ribu dari harga pasaran saat ini.

“Sedangkan, untuk cabai rawit, kami sudah bersurat kepada mitra Bank Indonesia (BI). Mungkin (cabainya) bisa dijual di harga Rp 80 ribu, lebih murah Rp 10-15 ribu dari harga (saat ini),” tandasnya.