Banjir Terjang Hotel dan Homestay di Mandalika, Turis-turis Panik

Posted on

Lombok Tengah

Hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung sejak Senin (23/2/2026), menyebabkan sejumlah hotel dan homestay di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diterjang banjir, pada Selasa (24/2/2026) siang. Sejumlah turis asing yang menginap di sana tampak panik menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 Wita setelah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur wilayah Kawasan Mandalika. Rekaman terjangan banjir yang menunjukkan sejumlah orang berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang mereka beredar di media sosial (medsos).

Curah hujan yang tinggi menyebabkan meningkatnya debit air dari perbukitan serta meluapnya saluran drainase yang tidak mampu menampung volume air, sehingga mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga.

Di Dusun Kuta I, pohon tumbang terjadi di depan Starbucks Kuta Mandalika dan langsung dilakukan pemotongan serta pembersihan oleh tim Basarnas bersama petugas di lapangan.

Selain itu, luapan air setinggi kurang lebih 60 cm merendam Jalan Gang Jivana Resort. Genangan juga terjadi di depan JM Hotel Kuta Lombok setinggi 20 cm serta di gang samping hotel mencapai 50 cm.

Di Dusun Baturiti, air menggenangi Jalan Gang Sriwulan setinggi 60 cm, Gang Yulis Homestay 20 cm, dan Gang Sawe 50 cm. Sementara di Dusun Mengalung, luapan air menyebabkan robohnya dinding salah satu rumah warga dan merendam beberapa unit kendaraan milik warga. Genangan setinggi 30 cm juga terpantau di Gang Bochan Hostel.

Kondisi serupa terjadi di Dusun Merendeng dengan genangan mencapai 60 cm di sejumlah pemukiman warga. Di Dusun Rangkap I, luapan air bercampur lumpur setinggi 60 cm terjadi di Jalan By Pass Pariwisata Kuta-Awang tepatnya di depan Dewi Homestay, serta 50 cm di Kampung Homestay.

Sementara di Dusun Sekar Kuning, luapan air bercampur lumpur juga terpantau di Jalan Raya By Pass Kuta tepatnya di depan RM Padang.

Kapolsek Kawasan Mandalika Iptu Kadek Angga Nambara, menyampaikan bahwa dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun, terdapat kerugian materii berupa kerusakan bangunan warga, kendaraan terendam, serta sempat terganggunya arus lalu lintas di beberapa titik.

“Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi disertai angin kencang yang menyebabkan peningkatan debit air dan tersumbatnya drainase. Wilayah Desa Kuta memang menjadi salah satu titik yang rutin terdampak saat musim hujan dengan intensitas tinggi,” kata Angga kepada, Selasa malam.

Hingga saat ini Angga berujar, kondisi air di sebagian besar titik terdampak telah berangsur surut dan arus lalu lintas mulai kembali normal. Ia menyebut, personel Polsek Kawasan Mandalika bersama instansi terkait tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan genangan dan dekat aliran sungai maupun perbukitan, agar tetap waspada,” ujarnya.

“Pastikan saluran air di lingkungan masing-masing tidak tersumbat, hindari berteduh di bawah pohon saat angin kencang, dan kurangi aktivitas di luar rumah apabila hujan deras disertai petir terjadi,” pungkasnya.

Delapan Kecamatan Terdampak Banjir dan Longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat ada delapan kecamatan di Lombok Tengah terdampak banjir dan longsor. Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengatakan banjir dilaporkan terjadi di beberapa titik paling terdampak di Lombok Tengah. Di Kecamatan Pujut, genangan air merendam Desa Kuta, Desa Pengembur, dan Desa Bangket Parak.

Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Beleka Kecamatan Janapria, kemudian Desa Ganti Kecamatan Praya Timur, serta terjadi di Desa Tanak Rarang Kecamatan Praya Barat. Sementara itu, bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat.

“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memicu luapan sungai dan drainase, serta menyebabkan longsor di sejumlah titik,” ujar Sadimin di Mataram pada Selasa, (24/2/2026).

BPBD NTB, Sadimin berujar, tengah mengumpulkan data terkait dampak kerusakan maupun jumlah warga yang terdampak. Petugas di lapangan juga terus melakukan pendataan sebagai dasar penanganan lanjutan.

Upaya penanganan dilakukan melalui koordinasi antara BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Lombok Tengah bersama sejumlah pemangku kebijakan.

“Untuk warga dan infrastruktur yang terdampak masih dalam pendataan,” katanya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lombok Tengah telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal sekaligus mengumpulkan informasi terkait dampak bencana. Selain itu, proses pelaporan dan penyebaran himbau untuk berhati-hati kepada masyarakat juga terus dilakukan.

Penanganan di lapangan turut melibatkan personel Damkarmat Lombok Tengah, aparat kecamatan, serta aparat desa setempat.

Sadimin menjelaskan, BPBD mengidentifikasi kebutuhan mendesak berupa bantuan logistik tanggap darurat bagi warga terdampak. Hingga laporan terakhir, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah dan belum sepenuhnya surut.

“Kondisi saat ini bahwa banjir masih menggenangi wilayah yang terdampak,” tuturnya.

Atas hal itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem terutama saat memasuki periode puncak musim hujan pada dasarian III Februari 2026.

“Adanya potensi hujan dengan intensitas tinggi di dasarian III Februari 2026, sehingga masyarakat diharapkan harus mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” ujarnya.

Berikut dampak banjir di Lombok Tengah, 20 KK terdampak di Desa Kuta, 64 KK di Desa Pengembur do Kecamatan Pujut dan 233 KK terdampak di Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur.

Di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat 1KK terdampak tanah longsor. Selain itu, Kecamatan Batukliang Utara, Desa Seteling 1 rumah rusak. Di Kecamatan Praya, Kelurahan Praya 1 rumah Rusak.

“Di Kecamatan Pujut, Desa Kuta 1 toko rusak. Kami minta warga tetap waspada,” tandas Sadimin.