Badung –
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali selatan sejak Minggu (22/2) hingga pagi ini mengakibatkan kawasan Dewi Sri, Kelurahan Legian, terendam banjir. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa dan melumpuhkan akses lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Banjir dipicu meningkatnya debit air di Tukad Mati di sebelah barat kawasan tersebut hingga meluap ke permukiman warga. Sejumlah gorong-gorong tidak mampu menampung luapan air sehingga genangan meluas ke badan jalan.
Pantauan di lokasi pada Selasa (24/2/2026) pagi, genangan setinggi 30-60 sentimeter masih menutup ruas jalan, seperti di Jalan Nakula V, Legian. Banyak pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir berujung mogok di tengah jalan.
“Dari semalam hujannya nggak berhenti. Air mulai naik cepat tadi malam sampai jam 3 pagi mulai banjir. Lumayan tinggi,” ujar salah satu warga di lokasi, Selasa (24/2).
Sejumlah turis yang menginap di beberapa vila di kawasan tersebut dievakuasi oleh pengelola vila setelah terjebak sejak dini hari. Petugas gabungan juga bersiaga di sejumlah titik untuk membantu proses evakuasi. Saat ini gerimis masih turun di lokasi.
Dinas PUPR Badung mengerahkan belasan pompa portable serta pompa induk di Tukad Mati sejak dini hari untuk mempercepat surutnya banjir. “Ya mau evakuasi dulu,” ujar salah satu pengelola vila saat mengantar tamu asal Australia yang terjebak banjir.
BPBD Badung juga telah menerjunkan personel untuk memantau titik-titik terparah. Pengoperasian mesin pompa terus dimaksimalkan guna menyedot genangan dan mengalirkannya ke Tukad Mati.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di kawasan Kuta masih terpantau mendung dan gerimis. Pengendara diimbau mencari jalur alternatif dan menghindari kawasan Legian hingga genangan benar-benar surut.




