Banjir Rendam SDN 5 Banjar Buleleng, Perpustakaan-Ruang Kelas Dipenuhi Lumpur

Posted on

Buleleng

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Banjar turut terdampak banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Sejumlah fasilitas sekolah hingga koleksi buku di perpustakaan dipenuhi lumpur.

Ratusan koleksi buku bahkan dijemur dan ditumpuk di halaman sekolah pada Minggu (8/3). Buku-buku yang sebelumnya tersimpan di perpustakaan itu terendam banjir saat luapan air masuk ke area sekolah.

Selain itu, sejumlah meja dan kursi siswa juga terendam air bercampur lumpur. Beberapa ruangan kelas di sekolah itu masih dipenuhi endapan lumpur yang cukup tebal.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Luh Putu Adi Ariwati, mengatakan pihaknya sudah mengecek langsung kondisi SDN 5 Banjar. Menurutnya, Disdikpora Buleleng juga memetakan kerusakan sarana dan prasarana sekolah.

“Kunjungan ini kami lakukan untuk memetakan kerusakan sarana dan prasarana sekolah pasca banjir bandang, sekaligus sebagai langkah percepatan pemulihan,” ujar Ariwati, Senin (9/3/2026).

Banjir bandang menerjang Desa Banjar pada Jumat (6/3) malam. Luapan sungai menyebabkan ketinggian air yang merendam bangunan sekolah mencapai 2,5 meter atau mencapai batas jendela. Setelah air surut, halaman sekolah dan sejumlah ruangan dipenuhi endapan lumpur setebal sekitar 0,5 meter.

Kondisi SDN 5 Banjar akibat banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, Minggu (8/3/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/)Kondisi SDN 5 Banjar akibat banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, Minggu (8/3/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/)

Tak hanya bangunan, sejumlah aset sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan. Termasuk sekitar 50 meja siswa, 100 kursi siswa, empat lemari, empat rak buku, serta tujuh meja baca.

Selain itu, satu unit komputer juga dilaporkan terendam. Demikian pula Interactive Flat Panel (IFP) yang sempat terendam pada bagian bawah dan saat ini masih dalam tahap pengecekan untuk memastikan tingkat kerusakannya.

“Kami saat ini sedang berkoordinasi secara intensif dengan pihak BPBD Kabupaten Buleleng dan pemerintah desa setempat untuk proses pembersihan lumpur,” kata Ariwati.

Ariwati berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat mempercepat proses pemulihan SDN 5 Banjar. Dengan begitu, dia berujar, para siswa dapat segera kembali mengikuti proses belajar mengajar dengan nyaman.

“Fokus utama kami memastikan lingkungan sekolah kembali bersih dan aman sehingga aktivitas belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama,” pungkasnya.

Diketahui, banjir bandang yang menerjang Desa Banjar mengakibatkan empat warga terseret arus pada Jumat (6/3). Tiga orang telah ditemukan dalam kondisi tewas dan satu orang lainnya masih hilang.

Adapun, tiga korban tewas terdiri dari Ketut Adi Suarjana (55), Komang Suci (44) bersama anaknya Kadek Wahyu (12). Sedangkan, satu korban yang belum ditemukan yakni, Putu Wini (17) yang juga anak dari Komang Suci.