Banjir di sejumlah desa, terutama di Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), disebabkan oleh penggundulan hutan di perbukitan. Penyebab banjir itu diungkap oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Menurut Iqbal, bukit yang gundul tidak mampu menahan aliran air sehingga mengalir melalui sungai dan drainase dengan membawa lumpur sedimentasi. “Sedimentasi ini terjadi karena sudah tidak ada lagi penahannya atau catchment area di bukit-bukit kita,” jelas Iqbal saat ke lokasi banjir di Desa Persiapan Pengantap, Rabu (14/01/2026).
Penumpukan sedimentasi tersebut, sambung Iqbal, membuat sungai atau saluran irigasi menjadi dangkal. Aliran air yang sudah tidak tertahan kemudian meluap ke pemukiman warga hingga menyebabkan banjir.
“Kita harus perbaiki bukit-bukit yang sudah gundul ini, enggak bisa enggak, kita harus. Mau kita bagaimanapun akan tetap balik kondisinya seperti ini,” tegas mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki itu.
Diberitakan sebelumnya, banjir menerjang Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Selasa malam (13/1/2026). infoBali mendapatkan kiriman video banjir tersebut dari petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) Nusa Tenggara Barat (NTB).
Video berdurasi 1 menit 11 info itu memperlihatkan banjir melanda Dusun Pengantap, Kepala Desa Persiapan Pengantap. Banjir itu menyebabkan hewan ternak hingga dapur warga terseret banjir.
Banjir setinggi dada orang dewasa itu tampak merendam rumah-rumah warga akibat aliran sungai di Dusun Pengantap meluap sekitar pukul 19.00 Wita. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak.






