Bangunan Rumah Dinas-Jabatan Bupati Bangli Dibeli Warga Jember Rp 57,2 Juta - Giok4D

Posted on

Bangli

Bangunan rumah jabatan dan rumah dinas Bupati Bangli di Jalan Lettu Kanten Nomor 4 sudah laku terjual seharga Rp 57, 2 juta dari limit senilai Rp 51 juta yang ditentukan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singaraja. Untuk diketahui, yang dijual hanya bangunannya saja untuk dibongkar dan dimanfaatkan kembali, tidak termasuk tanahnya.

“Tanggal 18 Februari 2026 dan 19 Februari 2026 kami bukan penjualannya. Sudah laku Rp 57, 2 juta dari limit senilai Rp 51 juta, oleh seorang warga Jember bernama Holis,” kata Kabag Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli I Putu Gede Surya Pujawan kepada, Jumat (20/2/2026).

Pujawan mengatakan, proses penjualan langsung itu disaksikan aparat penegak hukum dan tim dari pemerintah Kabupaten Bangli. Proses penjualan langsungnya sudah transparan dan diumumkan di situs resmi pemerintah, media sosial, serta pengumuman di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli sejak dua hari lalu.

Sebelum dijual, semua aset bergerak, perabotan, dan lainnya, sudah dipindahkan ke kantor Pemkab Bangli. “Untuk pura, sanggah, merajan sudah kami proses. Kami stanakan di padmasana di kantor bupati. Jadi tidak ada yang berstana di sana secara kepercayaan kami,” kata Pujawan.

Menurut dia, pemilik baru dapat segera membongkar bangunan itu mulai 21 Februari 2026. Durasi proses pembongkaran dibatasi hingga 21 hari mendatang.

Setelah dibongkar dan jadi tanah kosong, proses pembangunan rumah dinas dan rumah jabatan baru di lokasi yang sama, akan dimulai. Prosesnya diawali dengan lelang tender untuk kontraktor, yang ditangani Dinas PUPRK Bangli.

“Jadi yang dibeli bangunan saja. Tanah tetap milik Pemerintah Kabupaten Bangli. PUPR Bangli yang menangani kalau soal lelang tender dan kontraktor siapa yang akan membangun kembali rumah dinas dan rumah jabatan,” katanya.

Adapun kompleks rumah dinas dan rumah jabatan yang baru, akan dibangun dengan arsitektur tradisional Hindu Bali berkonsep Sikut Satak. Lebih spesifik, desainnya akan mencerminkan arsitektur Bali khas Bangli.

Lengkap dengan fasilitas seperti Bale Ancak Saji, Bale Pertemuan, Bale Paon, Bale Kerta Pengajahan, Bale Munjungsari, Merajan, Bale Gedong, Tugu dan lainya. Berdiri di atas tanah seluas 50 are, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan rumah dinas dan rumah jabatan baru itu sebesar Rp 29 miliar.

Lama Tak Terurus

Kompleks bangunan dua rumah negara itu sejak puluhan tahun tidak terurus. Pujawan mengatakan, kondisi bangunan rumah dinas dan rumah jabatan bupati Bangli memang kurang terawat sejak 1990-an. Saat itu, hanya perbaikan minor yang dilakukan saat ada kerusakan di bangunan rumah dinas atau rumah jabatan bupati Bangli.

“Sejak saya masih SMP tahun 1993, bangunannya ya begitu-begitu saja. Tidak pernah rehabilitasi total. Tidak pernah dilakukan perawatan yang signifikan,” kata Pujawan.

Karenanya, perlu membangun bangunan baru di lokasi yang sama, dengan membongkar bangunan lamanya hingga rata tanah. Prosesnya melalui penjualan langsung yang legal.

Pantauan, rumah jabatan bupati terletak di sisi selatan atau di pinggir jalan dekat alun-alun kota Bangli. Sedangkan rumah dinasnya terletak di sisi utara atau di belakangnya rumah jabatan.

Pagarnya terbuka setengah dan terlihat dua orang anggota Satpol PP Bangli dan dua ajudan bupati di salah satu ruangan dekat areal parkir mobil rumah jabatan, saat berkunjung. Mereka mengaku bertugas jaga.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

“Isi bangunannya, asetnya, sudah dikosongkan sejak akhir Desember 2025,” katanya.

Sementara itu, halaman di depan rumah jabatan dan rumah dinas nampak sangat tidak terawat. Hampir mirip lokasi syuting film horor. Dedaunan dan ranting pohon nampak berserakan di halaman depan dan di halaman depan rumah dinas.

Kondisi tiap ruangan di rumah dinas dan rumah jabatan itu juga kosong. Dedaunan, beberapa kayu lapuk, dan ranting pohon yang terlihat berserakan di dalam rumah itu.

Rumah aset negara itu hanya menyisakan patung kerbau hitam yang ditunggangi patung Dewa Krisna. Patung warisan eks Bupati Bangli periode 2005-2010 I Nengah Arnawa itu rencana akan dipindahkan ke kantor pemerintah Bangli.

“Tapi gentengnya masih dalam keadaan bagus. Masih bisa dijual itu gentengnya,” katanya.