Bandara Ngurah Rai Berencana Tambah Rute-Frekuensi Penerbangan pada 2026

Posted on

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai merencanakan penambahan penerbangan pada 2026. Sejumlah maskapai diketahui telah mengajukan permohonan penambahan frekuensi penerbangan maupun rute baru, meski saat ini masih dalam tahap kajian dan evaluasi.

General Manager (GM) Bandara Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan pengajuan penambahan rute dan frekuensi penerbangan masih ditinjau, terutama terkait ketersediaan slot waktu kedatangan dan keberangkatan yang saat ini sudah cukup padat.

“Ada beberapa mungkin yang sudah mengajukan, tetapi masih dalam tahap kajian evaluasi karena jam kedatangan dan keberangkatan ini, pada saat jam-jam kami padat sekali,” ujar Nugroho, Senin (5/1/2026).

Menurut Nugroho, penambahan penerbangan memungkinkan dilakukan apabila penjadwalan ulang dapat disesuaikan ke jam-jam yang lebih longgar sehingga tidak menimbulkan kepadatan berlebih, khususnya untuk penerbangan internasional.

Sebagian besar pengajuan, tutur Nugroho, berasal dari maskapai yang sudah beroperasi (existing), terutama terkait penambahan frekuensi penerbangan.

“Seperti yang dari Turki dari 4 kali seminggu kepingin bisa 7 hari seminggu, kemudian dari Australia ada kota rute destinasi baru juga yang sedang diajukan dan sudah kami proses evaluasi,” ungkap Nugroho.

Sementara itu, untuk maskapai baru, Nugroho menyebutkan hingga saat ini belum ada pengajuan.

Peluang realisasi penambahan penerbangan diperkirakan terjadi pada pertengahan 2026, menyesuaikan dengan pembagian musim penerbangan internasional, yakni winter season dan summer season.

“Sekarang ini masih berlaku periode winter season, berakhir di Maret. Nanti mungkin di April itu baru ada pembicaraan lagi untuk yang dimasuki ke summer season, yaitu berlaku di Mei sampai dengan Oktober,” jelas Nugroho.