Bali United Gagal Menang, Duel Sengit Lawan PSIM Berakhir Imbang 3-3

Posted on

Denpasar

Duel sengit antara PSIM Yogyakarta melawan Bali United berakhir imbang dengan skor 3-3. Hasil tersebut tak cukup menggembirakan bagi Bali United. Sebab, mereka gagal menang meski sempat unggul tiga gol lebih dahulu dari tuan rumah.

Laga PSIM Yogyakarta vs Bali United dalam lanjutan Super League 2025/2026 tersaji di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026) malam. Serdadu Tridatu yang tampil trengginas di babak pertama berubah menjadi ayam sayur di babak kedua setelah PSIM Yogyakarta membalas dengan tiga gol.

Faktor melempemnya Serdadu Tridatu pada babak kedua diakibatkan hilangnya palang pintu Joao Ferrari pada menit ke-71. Bek asal Brasil itu terpaksa mandi lebih cepat setelah diganjar kartu merah lantaran melakukan tekel keras terhadap pemain PSIM Deri Corfe.

Skor imbang ini menambah rentetan hasil minor bagi Bali United. Tim asuhan Johnny Jansen itu sudah tidak merasakan kemenangan dalam lima laga terakhir.

Jalannya Pertandingan

Bali United mendapat peluang mencetak gol lewat tendangan bebas di depan kotak penalti pada menit ke-18. Namun, sepakan Irfan Jaya membentur pagar hidup yang dibuat PSIM Yogyakarta.

Tiga menit berselang, giliran PSIM mendapat peluang lewat sundulan Fahreza Sudin. Tandukannya yang lemah hanya membuat bola mendarat tepat di pelukan kiper Mike Hauptmeijer.

Bali United akhirnya memecah kebuntuan lewat sepakan keras Thijmen Goppel pada menit 34. Irfan Jaya memberikan umpan ke depan gawang dan diterima Goppel. Dengan satu lekukan, sepakan kaki kiri pemain asal Belanda itu membuat bola masuk ke pojok kanan gawang Cahya Supriadi.

Bali United kembali menggandakan keunggulan lewat sontekan Tim Receveur pada menit 90+1. Gol kedua tim tamu tercipta dengan memanfaatkan situasi sepak pojok.

Beberapa menit jelang turun minum, Boris Kopitovic nyaris mencetak gol ketiga untuk Bali United. Boris mendapat peluang emas setelah berhadapan satu lawan satu dengan Cahya Supriadi. Hanya saja, sontekan pemain asal Montenegro itu dibaca dengan sempurna oleh Supriadi.

Jalannya laga sepanjang babak pertama berlangsung menarik karena kedua tim menerapkan permainan terbuka. Saling jual beli serangan terjadi meski hanya Bali United yang berhasil mencetak dua gol.

Memasuki babak kedua, laga pada menit-menit awal relatif masih sama. Kedua tim juga saling berbalas serangan.

Pada menit ke-55, Bali United mencetak gol ketiga lewat sontekan Irfan Jaya di kotak penalti. Kali ini giliran Thijmen Goppel yang memberikan assist kepada Irfan.

Petaka datang bagi Bali United pada menit ke-65. Tuan rumah akhirnya memecah kebuntuan lewat gol Savio Sheva. Pemain bernomor punggung 8 tersebut melepaskan tembakan geledek dari luar kotak penalti.

Bola sempat ditepis Mike Hauptmeijer. Namun, kerasnya tendangan tak menghambat si kulit bundar menggetarkan jala Serdadu Tridatu.

Setelah gol tersebut, Johnny Jansen mengganti Irfan Jaya dengan memasukkan dua pemain sekaligus, yakni Made Tito Wiratama dan Diego Campos. Sial bagi Bali United, beberapa menit kemudian bek Joao Ferrari diusir keluar lapangan setelah melakukan pelanggaran keras kepada pemain PSIM.

Setelah kehilangan Ferrari, Johnny Jansen langsung merespons dengan memasukkan dua pemain tipikal bertahan, yakni Bagas Adi Nugroho dan Maouri Simon. Dua pemain depan Boris Kopitovic dan Teppei Yachida ditarik keluar.

Unggul jumlah pemain, tuan rumah tampil menekan Bali United. Hasilnya terlihat pada menit ke-88 ketika Ricky Fajrin mencetak gol bunuh diri lantaran gagal menyapu umpan silang di depan gawang.

Dua menit berselang, PSIM berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat sundulan Ramos Mingo. Bek jangkung itu sukses menanduk bola umpan silang. Ricky Fajrin yang menjaga Mingo kalah berduel di udara.

PSIM terus menekan pertahanan Bali United di sisa tambahan waktu. Namun, tak ada tambahan gol yang tercipta. Kedua tim harus bermain imbang dan saling berbagi poin.