Karangasem –
Angin kencang yang melanda Bali dalam dua hari terakhir memicu kerusakan di dua kabupaten. Di Karangasem, bale patus atau bale saka enam di Banjar Dinas Pengawan, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, ambruk. Di Badung, tujuh pohon tumbang dilaporkan hingga menutup jalur utama Denpasar-Singaraja.
Peristiwa di Karangasem terjadi pada Kamis (5/3/2026) sore. Bangunan berukuran 3×6 meter itu roboh setelah diterjang angin.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan tim langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan.
“Setelah menerima laporan adanya kejadian tersebut, kami langsung kerahkan tim untuk menuju ke lokasi kejadian guna melakukan assessment bersama beberapa pihak terkait lainnya,” kata Arimbawa.
Hasil asesmen menunjukkan kerusakan cukup parah pada bagian atap. Penyangga kayu juga rusak setelah bangunan ambruk. Beruntung, tidak ada warga di lokasi saat kejadian sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
“Berdasarkan pendataan sementara yang kami lakukan bersama pihak terkait, kerugian diperkirakan mencapai Rp 75 juta,” ujar Arimbawa.
Belakangan ini, sejumlah wilayah di Karangasem selain diguyur hujan juga kerap diterpa angin kencang. Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama menghindari pohon besar dan bangunan yang tampak rapuh.
Dalam periode yang hampir bersamaan, angin kencang juga memicu sejumlah kejadian di Kabupaten Badung. BPBD Badung mencatat tujuh laporan dampak angin kencang yang didominasi pohon tumbang sejak Rabu (4/3) dini hari hingga Kamis siang.
Salah satu kejadian terparah terjadi di Desa Werdi Bhuana, Kecamatan Mengwi. Pohon perindang setinggi lebih dari 7 meter tumbang melintang dan menutup akses utama jalur Denpasar-Singaraja sehingga memicu kemacetan.
“Ada tujuh laporan dampak angin kencang dari Rabu jam 12 malam sampai siang tadi yang rata-rata merupakan pohon tumbang. Mayoritas yang tumbang ini adalah pohon-pohon di jalan yang kondisinya sudah tinggi dan berusia tua,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika.
Batang pohon yang menutup seluruh badan jalan sempat menghambat arus lalu lintas. Namun, petugas memastikan tidak ada fasilitas umum yang mengalami kerusakan serius di tujuh lokasi tersebut.
“Kejadian di jalur Denpasar-Singaraja itu pohonnya berukuran lebih dari 7 meter dan sempat mengganggu lalu lintas karena melintang di jalan. Tidak ada fasilitas umum yang terkena dampak langsung, cuma satu di kuburan dekat Pura Prajapati,” ujar Murdika.
Pada Kamis (5/3) sekitar pukul 14.30 Wita, pohon perindang di lokasi yang sama kembali tumbang dan sempat menghalangi akses jalan. BPBD Badung memastikan seluruh rangkaian kejadian akibat cuaca ekstrem tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
“Bahkan tadi sekitar jam setengah tiga sore ada pohon perindang lagi yang tumbang melintang di jalan pada lokasi yang sama. Kami pastikan dalam rentetan kejadian ini nihil korban jiwa,” pungkas Murdika.






