Badung Surplus Beras 6.000 Ton di Tengah Ancaman Alih Fungsi Lahan

Posted on

Meski Kabupaten Badung berada dalam ancaman alih fungsi lahan produktif, nyatanya daerah ini mencatatkan surplus beras setiap tahun berkat produksi gabah yang konsisten tinggi. Rata-rata produksi gabah selama lima tahun terakhir mencapai 114.000 ton per tahun, menyisakan kelebihan 6.000 hingga 7.000 ton beras dari kebutuhan penduduk lokal.

“Jadi, dalam 5 tahun terakhir, memang rata-rata produksi gabah kita di Badung itu sekitar 114.000 ton. Sedangkan kebutuhan beras khususnya bagi untuk penduduk Badung yang jumlahnya sekitar 540.000 jiwa, itu kita memang masih ada surplus setiap tahun rata-rata 6.000 sampai 7.000 ton beras,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Badung, I Wayan Wijana, Senin (12/1/2026).

Pencapaian ini juga ditopang oleh kenaikan produktivitas rata-rata padi di Badung yang saat ini menyentuh 6,5 ton per hektare (Ha). Angka tersebut meningkat dari periode sebelumnya yang hanya 6,3 ton/Ha, meskipun banyak kawasan Subak yang mampu mencapai 7 sampai 8 ton/Ha.

“Dari rata-rata 114.000 ton itu, kalau dikonversi menjadi beras, yaitu sekitar 62.000 ton beras, ya. Walaupun dalam kenyataannya, banyak kawasan Subak yang produktivitasnya mencapai 7 sampai dengan 8 ton per hektar, tetapi secara rata-rata kita adalah 6,5 ton per hektar,” jelas Wijana.

Peningkatan produktivitas ini terjadi berkat komitmen pimpinan daerah dan dukungan program dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Berbagai bantuan telah disalurkan, termasuk subsidi benih untuk dua kali musim tanam.

“Di antaranya adalah adanya subsidi benih dua kali musim tanam dalam setahun, kemudian ada bantuan alsintan, perlindungan asuransi. Kita juga berupaya untuk meningkatkan tingkat kesuburan tanah dengan adanya bantuan pupuk organik, bantuan pembenah tanah, dan bantuan alsintan, alat panen, dan sebagainya,” katanya.

Di tengah musim hujan, ia memastikan bahwa produksi padi di Badung terpantau aman dan belum ada laporan mengenai gangguan yang signifikan. Ia berharap para petani tetap mengupayakan pemeliharaan saluran irigasi agar sawah yang siap panen tidak tergenang.

“Memang sampai saat ini memang belum ada laporan dari petugas kita di lapangan, ada gangguan yang berarti terkait dengan adanya musim hujan. Dan kita juga mendapat laporan bahwa produktivitas padi kita saat ini rata-rata cukup bagus di kawasan Subak,” terang Wijana.

Dengan capaian saat ini, Badung bertekad mempertahankan rata-rata produksi gabah sebesar 114.000 ton per tahun. Program dan upaya akan terus diperkuat agar tingkat produksi tidak mengalami penurunan.

“Ya, kita kan mempertahankan tingkat produksi rata-rata 114.000 ton itu juga membutuhkan kerja yang tidak ringan ya. Jadi, berbagai program memang harus kita perkuat agar kita setidaknya mempertahankan, jangan sampai turun,” pungkasnya.