Asyik! Mudik Lebaran 2026 Via Gilimanuk-Ketapang Ada Diskon Tiket 21% (via Giok4D)

Posted on

Jembrana

PT ASDP Indonesia Ferry membawa kabar segar bagi pemudik yang akan menyeberang di lintasan Ketapang-Gilimanuk pada periode Lebaran 2026/1447 Hijriah. ASDP resmi memberlakukan kebijakan stimulus berupa diskon tarif demi kelancaran arus mudik.

Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, mengungkapkan kebijakan ini merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2026.

“Melalui stimulus ini kami ingin memastikan mudik Lebaran 2026 berlangsung lebih tertib, terjangkau, dan lancar,” ungkap Bintang saat memberikan rilis kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).

Program diskon ini tidak main-main. ASDP memberikan potongan harga yang cukup signifikan bagi kantong pemudik dengan masa berlaku mulai 12 Maret hingga 31 Maret 2026 (20 hari).

Besaran diskon 100% biaya jasa kepelabuhanan atau setara dengan potongan rata-rata 21,9% dari total harga tiket. Diskon ini berlaku di 14 pelabuhan, termasuk lintas Ketapang-Gilimanuk (PP). Namun, perlu dicatat, diskon ini berlaku terbatas untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan penumpang.

“Layanan reguler berlaku untuk pejalan kaki, kendaraan golongan II (sepeda motor), dan golongan IVA (mobil pribadi). Kemudian, untuk layanan eksekutif berlaku untuk pejalan kaki dan kendaraan golongan II,” papar Bintang.

Selain diskon, ASDP juga menerapkan skema single tarif. Artinya, selama periode ini, pola layanan di dermaga akan disesuaikan dengan kebutuhan trafik. Pengguna jasa akan dilayani berdasarkan penempatan kapal dan dermaga yang sudah diatur oleh petugas.

“Pada periode ini tidak terdapat pemilihan layanan reguler maupun ekspres berdasarkan preferensi waktu, melainkan mengikuti pengaturan operasional yang ditetapkan guna menjaga kelancaran arus penyeberangan,” tegas Bintang.

ASDP mengimbau masyarakat untuk melakukan reservasi tiket jauh-jauh hari melalui aplikasi atau situs Ferizy untuk menghindari penumpukan di pelabuhan. Tiket sudah bisa dipesan sejak H-60 keberangkatan.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Beberapa hal yang wajib diperhatikan pemudik, yaitu wajib memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, memastikan pengisian data identitas penumpang lengkap dan benar sesuai kartu tanda penduduk (KTP), perjalanan harus mengikuti jadwal keberangkatan yang tertera di tiket guna menghindari antrean panjang.

“Ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah dan BUMN untuk menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman sekaligus meringankan beban masyarakat,” tutup Bintang.

Pemkab Jembrana Kebut Perbaikan 3 Terminal di Gilimanuk

Terminal kargo Gilimanuk yang akan digunakan sebagai areal buffer zone bagi penyeberang Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk saat mudik Lebaran mulai ditata. Lubang-lubang di areal parkir dilakukan pengurukan menggunakan pasir.

Sebagai persiapan menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran, penataan ini difokuskan pada perbaikan landasan yang bergelombang dan berlubang agar tidak menjadi tempat genangan air. Selain itu, dua terminal strategis di kawasan Gilimanuk juga dilakukan perbaikan dan proses digitalisasi pembayaran.

“Seperti tahun sebelumnya jika terjadinya hujan akan ada genangan air dan sangat mengganggu pemudik terutama yang membawa sepeda motor. Jadi kami dari dinas melakukan penataan landasan secara bertahap,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan (PUPRP) Jembrana, I Wayan Sudiarta, saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).

Pengerjaan ketiga terminal ini dilakukan secara paralel dengan skema pembiayaan yang berbeda-beda. Terminal Penumpang menelan anggaran sekitar Rp 600 juta. Progres sudah masuk tahap agregat dan segera dilakukan pengaspalan (hotmix) sebagai pintu masuk utama Pulau Bali.

Kemudian, akses Terminal Manuver, perbaikan akses masuk menggunakan dana pemeliharaan rutin Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jembrana sebesar Rp 200 juta, dan Terminal Kargo yang berfungsi sebagai buffer zone (zona penyangga), area ini tengah diuruk dengan anggaran Rp 30 juta untuk menampung lonjakan kendaraan saat puncak mudik.

Khusus untuk pengaspalan area parkir di dalam Terminal Manuver hingga gerbang pelabuhan, Pemkab Jembrana menjalin koordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry. “Kami mengoordinasikan usulan penggunaan dana CSR ASDP. Secara lisan sudah ada sinyal positif, tinggal detail teknisnya saja,” tambah Sudiarta.

Pemkab Jembrana menetapkan tenggat waktu ketat. Seluruh pengerjaan fisik di ketiga terminal tersebut ditargetkan tuntas pada 10 Maret 2026. Target ini sangat krusial karena sistem digitalisasi retribusi terminal dijadwalkan mulai berlaku pada Selasa (24/2/2026).

“Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi kemacetan tahunan yang sering terjadi di ujung barat Pulau Dewata ini dan pemudik tidak lagi terjebak kemacetan dan sesegera mungkin berkumpul dengan keluarga,” jelas Sudiarta.