Asal Usul Nama Bulan Rabiul Awal hingga Disebut Bulan Maulid

Posted on

Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam urutan kalender hijriah atau kalender Islam. Bulan ini juga biasa disebut sebagai bulan Maulid karena merupakan bulan lahirnya Rasulullah, Nabi Muhammad SAW.

Umat Islam dari seluruh penjuru dunia antusias menyambut bulan ini. Hampir seluruh perhatian pada Rabiul Awal terpusat dengan peristiwa kelahiran Rasulullah.

Simak asal usul nama bulan Rabiul Awal hingga disebut sebagai bulan Maulid berikut ini.

Dalam karya Syekh Alamuddin yang berjudul Al-Masyhur fi Asma’il Ayyam was-Syuhur dijelaskan alasan penamaan Rabiul Awal dan Akhir. Pada bulan tersebut, orang Arab membangun atau mendiami bangunan khusus musim semi atau gugur.

Rabiul Awal dikenal sebagai bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Diketahui, Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada Senin 12 Rabiul Awal 571 Masehi.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW dinilai sebagai isyarat bahwa akan ada sosok penyubur dan penyembuh dahaga di tengah gersangnya peradaban pada era jahiliyah kala itu. Adapun, Rabiul Awal dikenal juga sebagai bulan tumbuhnya bunga-bunga dan turunnya hujan di padang pasir.

Rasulullah juga wafat pada hari, tanggal, dan bulan yang sama. Meski begitu, 12 Rabiul Awal tetap dirayakan sebagai hari kelahiran Rasulullah, bukan memperingati wafatnya. Itulah sebabnya, Rabiul Awal dikenal sebagai bulan Maulid Nabi.

Perayaan Maulid Nabi menjadi salah satu tradisi umat Islam sebagai bentuk rasa gembira atas kelahiran Rasulullah SAW. Biasanya, umat Islam merayakannya dengan membaca Al-Qur’an, bersalawat, berdzikir, berdoa kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabat rasul.

Sebagaimana yang tercantum dalam Surah Al-Ahzab ayat 56 berikut:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Selain bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW, Rabiul Awal merupakan bulan hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah. Hijrah tersebut dilakukan atas perintah Allah SWT sebagai bentuk upaya untuk menghindari penindasan oleh kaum kafir Quraisy.

Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam dan didirikan oleh Rasulullah SAW juga dibangun pada bulan Rabiul Awal. Masjid ini dibangun Rasulullah saat dalam perjalanannya hijrah ke Madinah.

Masjid Quba memiliki keutamaan khusus yang mana Rasulullah bersabda bahwa salat di Masjid Quba memiliki pahala yang setara dengan pahala umrah. Masjid ini menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Selain itu, salat Jumat pertama juga dilakukan pada bulan Rabiul Awal. Rasulullah melakukan salat Jumat di Masjid Quba dalam perjalanan hijrahnya ke Madinah.

Adapun peristiwa penting lainnya yaitu Rasulullah menikah dengan Siti Khadijah. Khadijah adalah istri pertama Nabi Muhammad SAW dan merupakan pendukung terbesar Muhammad dalam menyebarkan dakwah Islam di masa awal-awal dakwah.

Peristiwa penting lainnya adalah penaklukan Irak oleh pasukan muslim yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Penaklukan ini berhasil mengalahkan tentara Persia dan beberapa wilayah strategis di Irak.

Ada pula perang besar yang terjadi di Rabiul Awal seperti perang Buwath dan perang Safwan, yang merupakan bagian dari upaya Rasulullah dan para sahabat untuk mempertahankan dakwah Islam.

Asal Usul Rabiul Awal

Rabiul Awal dan Kejadian Besar Lainnya