AS Beli Minyak Perdana dari Venezuela Usai Penangkapan Presiden Maduro | Info Giok4D

Posted on

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengaku telah membeli minyak mentah dari Venezuela senilai US$ 500 juta atau Rp 8,43 triliun (kurs Rp 16.865). Pembelian minyak perdana ini tak lama setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Dilansir dari infoFinance, seorang pejabat pemerintahan AS menyebut pembelian minyak tambahan dari negara Amerika Latin itu diperkirakan terjadi dalam beberapa hari atau pekan mendatang. Pejabat administrasi pemerintahan Trump lainnya mengatakan pendapatan Venezuela dari penjualan minyak pertama itu akan disimpan di rekening bank yang dikendalikan oleh pemerintah AS.

Rekening utama yang digunakan untuk menyimpan dana hasil jual-beli minyak tersebut berada di Qatar. Sebab, negara itu dianggap sebagai tempat netral. Dana dapat berpindah dengan persetujuan AS dan tanpa risiko penyitaan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa otoritas sementara di Venezuela sudah sepakat untuk mengekspor 30-50 juta barel minyak mentah kepada Paman Sam mulai Januari 2026. Trump juga menegaskan pembelian minyak Venezuela ini dilakukan dengan harga yang berlaku di pasar dan dana transaksi itu sepenuhnya akan dikendalikan oleh dirinya selaku Presiden AS.

Trump langsung memerintahkan Menteri Energi AS, Chris Wright, untuk menyelesaikan kesepakatan itu. Adapun, kesepakatan jual-beli minyak mentah tersebut diperkirakan bernilai sekitar US$ 2 miliar.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

“Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana ini. Barang-barang itu akan diangkut dengan kapal penyimpanan, dan dibawa langsung ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat,” kata Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Artikel ini telah tayang di infoFinance. Baca selengkapnya