Arus Balik Gilimanuk Mulai Padat, Volume Kendaraan Naik 8,4 Persen

Posted on

Arus balik Tahun Baru 2026 di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada hari pertama tahun ini. Pergerakan penumpang dan kendaraan yang keluar dari Bali menuju Pulau Jawa terpantau meningkat, dengan kendaraan berpelat luar Bali mulai memadati kantong parkir pelabuhan.

Pantauan infoBali di lokasi, Kamis (1/1/2026), arus kendaraan didominasi mobil pribadi dan sepeda motor. Meski volume kendaraan mulai meningkat, alur masuk menuju dermaga masih terpantau lancar tanpa antrean panjang.

“Pergerakan arus balik mulai meningkat, namun seluruh sistem layanan berjalan dengan baik. Hari ini sudah mulai terjadi peningkatan,” ujar Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, Kamis.

Berdasarkan data produksi penyeberangan pada H+6, tercatat sebanyak 22.963 penumpang telah menyeberang menuju Pulau Jawa. Jumlah tersebut turun tipis 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, volume kendaraan justru mengalami kenaikan. Tercatat sebanyak 7.698 unit kendaraan keluar dari Bali atau naik 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan tertinggi terjadi pada kendaraan roda dua (R2) dengan total 3.760 unit atau meningkat 18,3 persen. Sementara itu, kendaraan truk logistik tercatat sebanyak 1.452 unit atau tumbuh 7,2 persen.

Untuk mengantisipasi potensi antrean, ASDP menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, salah satunya penerapan delaying system di sejumlah titik buffer zone sebelum masuk area pelabuhan.

“Kami juga menerapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB), kesiapsiagaan petugas di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas instansi terkait,” jelas Didi.

Dari sisi armada, ASDP saat ini mengoperasikan 28 kapal dalam kondisi normal. Jumlah tersebut akan ditingkatkan hingga 34 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk jika kondisi lalu lintas penyeberangan semakin padat.

Didi memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan ini. Masyarakat pun diminta mewaspadai potensi kepadatan di area pelabuhan.

“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2-4 Januari 2026. Seluruh langkah antisipatif telah disiapkan untuk memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jasa,” tegasnya.

ASDP juga mengimbau calon penumpang agar merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memesan tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy.

“Pengisian data diri yang akurat sangat penting untuk mempercepat proses layanan dan memastikan hak pengguna jasa terpenuhi jika terjadi kondisi tidak terduga,” pungkas Didi.

Sebagai informasi, secara kumulatif sejak hari H hingga H+6, total kendaraan yang keluar dari Bali tercatat sebanyak 54.651 unit. Angka tersebut naik 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 53.420 unit.