Antrean 20 Tahun, IPHI NTT Sambut Rencana Kampung Haji di Makkah

Posted on

Kupang

Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi rencana Presiden Prabowo Subianto membangun Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. Program tersebut dinilai dapat berdampak pada pengurangan masa tunggu ibadah haji yang mencapai 15-20 tahun.

Ketua IPHI NTT Anwar Pua Geno mengatakan, rencana pembangunan Kampung Haji merupakan kabar baik bagi calon jemaah haji Indonesia, khususnya dari NTT. Ia meyakini rencana tersebut bisa direalisasikan satu atau dua tahun lagi.

“Kalau bisa dengan adanya pembangunan perkampungan haji di Makkah, maka lamanya antrean itu bisa diperpendek untuk mengurangi jumlah jemaah haji yang setiap tahun terus meningkat tetapi antreannya panjang,” terang Anwar, melalui sambungan telepon, Senin (9/2/2026).

Mantan Ketua DPRD NTT itu menyebutkan, calon jemaah haji asal NTT saat ini harus menunggu sekitar 15 hingga 20 tahun untuk dapat berangkat ke Tanah Suci.

“Khusus di NTT itu bisa sampai 15-20 tahun masa antrean kita. Sehingga kabar dari presiden ini merupakan angin segar untuk umat muslim khususnya jemaah haji terkait dengan biaya naik haji serta masa antrian haji,” terangnya.

Menurut Anwar, pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi juga akan mempermudah pelayanan dan kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah haji. Selain itu, IPHI NTT turut mengapresiasi rencana Presiden Prabowo menurunkan biaya penyelenggaraan ibadah haji.

“Saya mengapresiasi atas gagasan dari Presiden Bapak Prabowo Subianto untuk menurunkan biaya perjalanan atau ongkos naik haji,” katanya.

Ia menilai kebijakan tersebut menjadi kabar gembira di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang menantang. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk meringankan beban calon jemaah haji. Ia berharap berharap kebijakan ini dapat direalisasikan pada 2026 atau berlanjut ke 2027.

Sebelumnya, Prabowo bertekad menurunkan biaya haji bagi jemaah Indonesia. Komitmen itu disampaikan saat menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang, Jawa Timur.

“Dan saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo dalam agenda yang disiarkan secara virtual, Minggu (8/2/2026).

Prabowo menjelaskan Indonesia mendapat kehormatan memiliki lahan di Kota Suci Makkah. Lahan tersebut akan dibangun Kampung Haji yang diperuntukkan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

“Saya mau melaporkan di sini, di hadapan para ulama, di hadapan keluarga besar NU, bahwa Indonesia pertama kali kita mendapat kehormatan, mendapatkan hak untuk kita bisa memiliki lahan di Kota Suci di Makkah. Kita akan bangun Kampung Haji di Makkah untuk jemaah haji dan semua yang melaksanakan umrah,” ujar Prabowo.

Prabowo menilai keberadaan Kampung Haji akan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi jemaah Indonesia. Selain itu, fasilitas tersebut juga diyakini dapat menekan biaya layanan bagi masyarakat.

“Nanti dijamin semua jemaah akan mendapatkan hunian yang layak, tempat yang baik, tidak usah ragu-ragu lagi, tidak boleh ada macam-macam lagi, pelayanannya akan terbaik,” tegas Prabowo.

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1447 Hijriah atau tahun 2026 telah ditetapkan dan disepakati Panitia Kerja Komisi VIII DPR RI bersama pemerintah. Total biaya haji yang disepakati untuk tahun 2026 sebesar Rp 87,4 juta.

Besaran tersebut turun Rp 2 juta dibandingkan biaya haji tahun 2025. Penurunan ini disebut menjadi kabar baik bagi calon jemaah haji Indonesia.