Jembrana –
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menerjang Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Rabu (4/2/2026). Akibatnya, sejumlah bangunan suci (pelinggih) di Pura Segara Pelabuhan mengalami kerusakan serius.
“Telah terjadi kejadian cuaca ekstrem berupa angin kencang yang mengakibatkan kerusakan pada Pura Segara Pelabuhan di Kelurahan Gilimanuk,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan hasil kaji cepat tim di lapangan, terdapat tiga bangunan utama di area pura yang terdampak cukup parah, di antaranya Pelinggih Meru Tumpang 3, Pelinggih Taksu, Pelinggih Penglurah.
“Hasil pendataan tadi siang akan kami koordinasikan dengan Dinas PU Kabupaten Jembrana untuk perhitungan nilai kerusakannya,” jelas Artana.
Selain kerusakan pura, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 Wita itu juga mengakibatkan pohon besar tumbang dan menimpa pangkalan ojek di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Akibat tertimpa pohon tumbang itu, bangunan pangkalan ojek ambruk dan menyebabkan sedikitnya 20 motor rusak.
“Pohon tumbang di pangkalan ojek tersebut langsung menimpa deretan motor yang tengah diparkir. Ada sekitar 20 unit sepeda motor yang terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi,” ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Gilimanuk Kompol Arya Agung Arjana Putra.
Proses evakuasi pohon tumbang dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari 25 personel Polsek Gilimanuk, Yon C Sat Brimobda Bali, dan BPBD Jembrana. Seluruh penanganan dinyatakan tuntas pada pukul 18.00 Wita. “Beruntung dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka,” jelas Arya Agung.
Amukan angin juga merusak sejumlah fasilitas publik di kawasan pelabuhan. Tenda di Pos 2 pemeriksaan pintu masuk Bali dilaporkan rusak, begitu pula dengan kanopi pada Pos Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali di Teluk Gilimanuk.
Cuaca buruk di Selat Bali juga memaksa otoritas pelabuhan menghentikan sementara aktivitas penyeberangan lintas Gilimanuk-Ketapang. “Penundaan penyeberangan berlangsung selama satu jam, sejak pukul 15.45 Wita hingga 16.45 Wita,” jelas Arya Agung.
Penutupan singkat ini sempat memicu antrean kendaraan di dalam area pelabuhan. Namun, setelah cuaca membaik, pelayanan kembali dibuka dan arus lalu lintas kembali normal.






