Sebanyak 6 rumah hingga sekolah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan rusak akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut dalam empat hari terakhir. Hingga hari ini, hujan deras disertai angin kencang masih melanda kawasan ini.
“Kejadian ada banyak. Laporan sudah masuk sekitar 6 rumah hingga sekolah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Flores Timur Fredy Moat Aeng saat dikonfirmasi infoBali, Kamis (15/1/2026).
Fredy menjelaskan kerusakan terjadi di Kecamatan Titehena, Kecamatan Larantuka, dan Kecamatan Adonara Timur. Rata-rata rumah dan sekolah rusak karena angin kencang yang menyebabkan pohon patah dan menimpa bangunan warga.
“Atapnya terbongkar dan rusak karena tertimpa pohon,” imbuhnya.
Ia berharap para kepala desa dan lurah segera menyampaikan laporan kerusakan akibat angin kencang dan cuaca ekstrem ke BPBD Flores Timur. Adapun keruksan yang masuk mulai dari Desa Watowara (1), Kelurahan Ekasapta (2), Kelurahan Sarotari Tengah (1), Desa Leraboleng (1), dan Adonara Timur (1).
Fredy menambahkan, Flores Timur sejak awal Januari mengalami cuaca ekstrem disertai banjir lahar dingin dengan intensitas cukup tinggi.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Tim BPBD akan terus bergerak ke lokasi terdampak,” tandasnya.
Pantauan infoBali hingga Kamis (15/1), angin kencang masih melanda Kabupaten Flores Timur. Ratusan pohon pisang tampak terkapar di jalan. Aktivitas warga pun tidak terlalu padat karena banyak yang memilih tetap berada di rumah daripada beraktivitas di luar.






