Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menetapkan nakhoda dan satu anak buah kapal (ABK) sebagai tersangka tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat. Meski begitu, dua tersangka berinisial L dan KKM tak ditahan.
Kapal pinisi tersebut tenggelam di Perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada 26 Desember 2025. Insiden tragis tersebut menewaskan pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dua anaknya. Satu lagi anak Fernando belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
“Nakhoda KM Putri Sakinah saat ini tidak dilakukan penahanan. Hanya wajib lapor,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra kepada infoBali, Sabtu (10/1/2026).
Henry menjelaskan alasan L dan KKM tak ditahan karena merujuk pada paradigma dan penyesuaian KUHP Nasional atau Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023. Menurutnya, penahanan merupakan langkah terakhir atau ultimum remedium.
Penyidik, Henry berujar, berfokus pada dugaan kelalaian operasional kapal yang diatur dalam Pasal 359 KUHP juncto Pasal 332 KUHP Baru. Pasal tersebut mengatur prosedur navigasi dan pemeliharaan mesin dalam kondisi cuaca ekstrem.
“Hingga saat ini penyidik telah memeriksa 18 saksi, termasuk awak kapal dan pemilik kapal guna mendalami aspek kelaikan teknis dan SOP operasional,” jelas Henry.
Ia menegaskan proses penyidikan kasus tenggelamnya KM Putri Sakinah bersifat dinamis. Jika ditemukan adanya bukti yang kuat terkait kelalaian dan pembiaran dari pihak lain seperti manajemen dan pemilik kapal, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka.
“Kami tegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan profesional dan transparan. Berkas perkara sedang diproses untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan demi keadilan bagi para korban,” pungkas Henry.
Abu jenazah pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan dua anaknya telah dibawa ke Spanyol. Abu jenazah itu dibawa oleh istri Fernando, Andrea Ortuno, dan sejumlah keluarganya.
“(Istri Fernando) sudah ke Spanyol bawa abu jenazah,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, Sabtu. Budi adalah pendamping keluarga korban selama berada di Labuan Bajo
Jenazah Fernando dan dua anaknya sebelumnya dikremasi di Bali. Abu jenazah mereka disimpan selama beberapa hari sebelum dibawa ke Spanyol.
Budi mengatakan abu jenazah itu dibawa ke Spanyol setelah istri Fernando menggelar tabur bunga di lokasi kapal Putri Sakinah tenggelam di Selat Pulau Padar. Keluarga Fernando, dia berujar, menyampaikan terima kasih atas upaya tim SAR gabungan melaksanakan pencarian korban kapal tenggelam tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak. Baik Dubes (Spanyol) dan keluarga sudah melihat semua upaya yang dilakukan dengan sangat maximal. Mereka sangat apresiasi. Pahit dan hati hancur atas tragedi ini,” ujar Budi.
Operasi pencarian korban KM Putri Sakinah berlangsung selama 15 hari dan telah ditutup pada Jumat (9/1/2026). Dari rangkaian operasi SAR itu, tiga korban ditemukan, yakni jenazah Fernando, putrinya berusia 12 tahun, dan anak laki-lakinya berusia 10 tahun. Satu anak laki-laki Fernando dinyatakan hilang.
Satu orang perwakilan keluarga korban masih bertahan di Indonesia meski operasi pencarian telah ditutup. Keluarga masih berharap anak Fernando yang hilang itu bisa ditemukan oleh nelayan atau kapal wisata di Labuan Bajo.
“Pihak keluarga sementara masih ada yang menunggu di Bali beberapa hari, berharap ada nelayan atau siapapun yang mungkin bisa menemukan anaknya,” kata Budi.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Budi mengatakan keluarga memahami operasi SAR memang harus ditutup setelah tiga kali masa pencarian korban diperpanjang. Namun, dia berujar, keluarga masih berharap korban bisa ditemukan.
“Keluarga korban paham operasi SAR harus ditutup tapi tetap menaruh harapan agar korban dapat ditemukan,” ujar Budi.
18 Saksi Diperiksa
Istri Bawa Abu Jenazah Pelatih Valencia ke Spanyol
Perwakilan Keluarga Bertahan di Indonesia
Penyidik, Henry berujar, berfokus pada dugaan kelalaian operasional kapal yang diatur dalam Pasal 359 KUHP juncto Pasal 332 KUHP Baru. Pasal tersebut mengatur prosedur navigasi dan pemeliharaan mesin dalam kondisi cuaca ekstrem.
“Hingga saat ini penyidik telah memeriksa 18 saksi, termasuk awak kapal dan pemilik kapal guna mendalami aspek kelaikan teknis dan SOP operasional,” jelas Henry.
Ia menegaskan proses penyidikan kasus tenggelamnya KM Putri Sakinah bersifat dinamis. Jika ditemukan adanya bukti yang kuat terkait kelalaian dan pembiaran dari pihak lain seperti manajemen dan pemilik kapal, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka.
“Kami tegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan profesional dan transparan. Berkas perkara sedang diproses untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan demi keadilan bagi para korban,” pungkas Henry.
18 Saksi Diperiksa
Abu jenazah pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan dua anaknya telah dibawa ke Spanyol. Abu jenazah itu dibawa oleh istri Fernando, Andrea Ortuno, dan sejumlah keluarganya.
“(Istri Fernando) sudah ke Spanyol bawa abu jenazah,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, Sabtu. Budi adalah pendamping keluarga korban selama berada di Labuan Bajo
Jenazah Fernando dan dua anaknya sebelumnya dikremasi di Bali. Abu jenazah mereka disimpan selama beberapa hari sebelum dibawa ke Spanyol.
Budi mengatakan abu jenazah itu dibawa ke Spanyol setelah istri Fernando menggelar tabur bunga di lokasi kapal Putri Sakinah tenggelam di Selat Pulau Padar. Keluarga Fernando, dia berujar, menyampaikan terima kasih atas upaya tim SAR gabungan melaksanakan pencarian korban kapal tenggelam tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak. Baik Dubes (Spanyol) dan keluarga sudah melihat semua upaya yang dilakukan dengan sangat maximal. Mereka sangat apresiasi. Pahit dan hati hancur atas tragedi ini,” ujar Budi.
Istri Bawa Abu Jenazah Pelatih Valencia ke Spanyol
Operasi pencarian korban KM Putri Sakinah berlangsung selama 15 hari dan telah ditutup pada Jumat (9/1/2026). Dari rangkaian operasi SAR itu, tiga korban ditemukan, yakni jenazah Fernando, putrinya berusia 12 tahun, dan anak laki-lakinya berusia 10 tahun. Satu anak laki-laki Fernando dinyatakan hilang.
Satu orang perwakilan keluarga korban masih bertahan di Indonesia meski operasi pencarian telah ditutup. Keluarga masih berharap anak Fernando yang hilang itu bisa ditemukan oleh nelayan atau kapal wisata di Labuan Bajo.
“Pihak keluarga sementara masih ada yang menunggu di Bali beberapa hari, berharap ada nelayan atau siapapun yang mungkin bisa menemukan anaknya,” kata Budi.
Budi mengatakan keluarga memahami operasi SAR memang harus ditutup setelah tiga kali masa pencarian korban diperpanjang. Namun, dia berujar, keluarga masih berharap korban bisa ditemukan.
“Keluarga korban paham operasi SAR harus ditutup tapi tetap menaruh harapan agar korban dapat ditemukan,” ujar Budi.
