Lembata –
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok terus meningkat. Gunung api yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, meletus sembilan kali, sejak dini hari hingga pagi ini, Senin (9/2/2026).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut ini (mdpl) meletus saat asap kawah bertekanan lemah, teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang.
“Teramati 9 kali letusan dengan tinggi 100-300 meter, dengan amplitudo 22,5-32,8 milimeter (mm), durasi 44-45 detik. Warna asap putih dan kelabu. Gemuruh terdengar lemah,” kata Stanislaus dalam keterangan resmi, Senin pagi.
Stanislaus mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan tak beraktivitas di sekitar Gunung Ile Lewotolok dalam radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
“Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok,” imbuhnya.
Stanis mengimbau masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ile Lewotolok agar menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit untuk menghindari gangguan pernapasan(ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya.
“Serta untuk menutup tempat penampungan air bersih yang disebabkan oleh paparan abu vulkanik,” tandasnya.






