Bandara Komodo Raup PNBP Rp 26 Miliar pada 2025

Posted on

Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), meraup Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp 26 miliar pada 2025. Perolehan tersebut melebih target yang ditetapkan sekitar Rp 16 miliar.

“Realisasi PNBP tahun 2025 sebanyak Rp 26.589.933.409,” kata Humas Bandara Internasional Komodo, Marwa, Rabu (14/1/2026).

Sumber terbesar PNBP di Bandara Internasional Komodo adalah pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U). Tarif PJP2U untuk penumpang dalam negeri Rp 20 ribu dan Rp 60 ribu untuk penumpang luar negeri.

Realisasi PNBP Bandara Komodo 2025 meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bandara Komodo memperoleh PNBP lebih dari target Rp 15 miliar pada 2024. Setahun sebelumnya, perolehan PNBP Bandara Komodo sebanyak Rp 17 miliar dari target Rp 13 miliar.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Ceppy Triono, mengatakan lonjakan PNBP itu karena adanya peningkatan jumlah penumpang. “Prinsipnya peningkatan jumlah penumpang meningkatkan PNBP,” kata Ceppy.

Selain PJP2U, jasa pendaratan pesawat udara juga berkontribusi besar terhadap peningkatan PNBP. Sumbangan besar terhadap peningkatan PNBP 2025, kata Ceppy, juga dari iklan.

Diberitakan sebelumnya, Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melayani satu juta lebih penumpang sepanjang 2025. Jumlah tersebut termasuk penumpang penerbangan internasional.

Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Komodo masih didominasi penumpang domestik. “Total 1.093.100 penumpang tahun 2025. Sudah termasuk penumpang penerbangan internasional,” kata Humas Bandara Internasional Komodo, Marwa, Selasa (13/1/2026).

Pergerakan penumpang sepanjang 2025 itu terdiri dari 534.846 penumpang datang dan 558.254 penumpang berangkat. Pergerakan penumpang terbanyak pada Agustus sebanyak 136.731 orang dan terendah pada Februari sebanyak 50.670 orang.